Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Asia Tergerus Pergerakan Raksasa Teknologi AS

Saham Facebook Inc. tenggelam setelah dituntut oleh pejabat antitrust AS, sementara Tesla Inc. jatuh karena JPMorgan Chase & Co. menyebutnya overvalued secara dramatis. Dolar stabil dan imbal hasil US Treasury berdetak lebih rendah. Kondisi ini membayangi bursa-bursa di Asia.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  08:32 WIB
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang. -  Kiyoshi Ota / Bloomberg
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang. - Kiyoshi Ota / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Saham Asia tergelincir, Kamis (10/12/2020), setelah raksasa teknologi AS menyeret indeks Wall Street lebih rendah di tengah meredupnya prospek stimulus baru. Poundsterling jatuh di tengah kebuntuan negosiasi Brexit.

Saham di Korea Selatan mengalami penurunan yang paling berat dengan indeks Kospi terpangkas 1,2 persen. Sementara di Jepang dan Australia mengalami penurunan yang lebih tipis yakni masing-masing 0,3 persen dan 0,6 persen.

S&P 500 berjangka sedikit berubah setelah indeks turun dari rekor, dan Nasdaq 100 mengalami penurunan terbesar dalam sebulan.

Saham Facebook Inc. tenggelam setelah dituntut oleh pejabat antitrust AS, sementara Tesla Inc. jatuh karena JPMorgan Chase & Co. menyebutnya overvalued secara dramatis. Dolar stabil dan imbal hasil US Treasury berdetak lebih rendah.

Pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berakhir tanpa terobosan kemarin malam karena masih ada celah besar antara kedua belah pihak. Mereka setuju untuk melanjutkan pembicaraan selama beberapa hari ke depan.

Ekuitas berada di bawah tekanan karena kesepakatan stimulus AS tetap sulit dipahami di tengah negosiasi paling intens atas paket Covid-19 sejak Hari Pemilihan.

Anggota parlemen Demokrat dan Republik yang mengerjakan rencana bantuan memberikan ringkasan proposal mereka yang lebih rinci, tetapi belum menyelesaikan kebuntuan terkait perisai tanggung jawab bisnis serta bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal.

"Idenya di sini adalah bahwa Anda tidak akan melihat paket stimulus yang besar. Anda mungkin akan menyelesaikan sesuatu, tetapi itu mungkin tidak akan cukup untuk memberikan banyak tekanan pada tarif secara keseluruhan,” kata Matt Brill, manajer portofolio senior di Invesco, dilansir Bloomberg.

Bank Sentral Eropa malam ini akan menggekar pertemuan dan konferensi pers. Ekonom secara luas memperkirakan bank sentral akan meningkatkan dan memperpanjang program pembelian obligasi pandemi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia wall street Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top