Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham US$722 Miliar Dapat Diperdagangkan Tahun Depan, Valuasi Bursa China Diuji

Jumlah tersebut akan menjadi yang terbesar sejak 2011, menurut China Merchants Securities Co. Bloomberg, mencatat jumlah saham tersebut juga setara dengan sekitar 7 persen dari valuasi seluruh pasar saham China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  10:45 WIB
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham senilai lebih dari US$722 miliar akan dapat diperdagangkan di pasar modal pada tahun depan, menguji pasar yang saat ini mencapai level valuasi tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Jumlah tersebut akan menjadi yang terbesar sejak 2011, menurut China Merchants Securities Co. Bloomberg, mencatat jumlah saham tersebut juga setara dengan sekitar 7 persen dari valuasi seluruh pasar saham China.

Di China, saham-saham emiten yang baru saja melakukan pencatatan perdana atau initial public offering (IPO) dan dimiliki oleh orang dalam perusahaan biasanya tidak bisa diperdagangkan secara langsung.  Saham tersebut memiliki periode penguncian antara enam bulan hingga tiga tahun setelah tanggal pencatatan.

Dalam masa tersebut, saham tidak bisa diperdagangkan. Ketika penguncian dicabut dan saham dijual oleh orang dalam perusahaan, seluruh pasar dapat merasakan dampaknya.

Dari penawaran umum perdana hingga penempatan baru, perusahaan China yang haus pendanaan telah didorong oleh Beijing untuk mengumpulkan dana dengan menjual saham baru. Ada juga lonjakan penjualan tambahan oleh perusahaan yang ingin menghindari gejolak di pasar surat utang.

Akibatnya, jumlah saham terbatas yang dimiliki oleh pemegang saham utama, eksekutif senior, dan investor awal membengkak, didorong oleh reformasi pasar Beijing dan peraturan yang lebih longgar.

"Lebih banyak perusahaan akan menerbitkan saham untuk mengumpulkan dana, terutama setelah meningkatnya masalah default di pasar kredit," kata analis Capital Securities Corp. Amy Lin, seperti dikutip Bloomberg.

"Ini berarti lebih banyak saham yang terbatas akan dibuka di masa depan, yang akan menjadi masalah yang memengaruhi pasar untuk waktu yang lama," lanjutnya.

Pada Rabu pagi, tiga saham perusahaan jatuh setelah mengumumkan rencana penjualan ekuitas oleh pemegang saham.

Tahun depan akan terdapat konsentrasi pembukaan pembatasan saham di kuartal kedua dan ketiga, menurut catatan penelitian Industrial Securities Co. Perusahaan di bidang elektronik, kedokteran dan bioteknologi, dan industri pialang akan mengalami pembukaan saham terbatas tertinggi tahun depan.

Perusahaan China telah mengumpulkan 438 miliar yuan (US$67 miliar) dari IPO saham kelas A tahun ini, level tertinggi sejak 2010, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg. Tahun ini, volume penempatan saham swasta mencapai level tertinggi sejak 2017.

Lima perusahaan yang menghadapi jumlah pembukaan pembatasan terbesar tahun depan adalah Contemporary Amperex Technology Co., Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics Co., Foxconn Industrial Internet Co., CSC Financial Co. dan People's Insurance Co. Group of China Ltd.. Sedikitnya saham senilai 198 miliar yuan saham akan dibuka.

Yang pasti, meskipun pasar menghadapi tekanan yang meningkat dari pembukaan pembatasan dan insider selling, analis percaya prospek positif untuk pasar saham China tahun depan sebagian dapat mengimbangi dampaknya, terutama karena ekonomi melanjutkan pemulihannya dari pandemi virus.

Analis di China Merchants Securities memperkirakan lebih dari 1 triliun yuan dana mengalir ke saham kelas A melalui reksa dana dan investor asing.

Namun Chairman Beijing WanDeFu Investment Management Co Li Shuwei mengatakan pelepasan saham yang sebelumnya dibatasi masih akan menekan pasar.

"Saya akan berhati-hati berinvestasi di saham dengan valuasi tinggi dan proporsi saham tinggi menunggu untuk dibuka," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top