Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Kurs Jisdor Terkoreksi Dua Hari Beruntun

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.182 per dolar AS, melemah 5 poin atau 0,03 persen dari posisi Rp14.177 pada Kamis (3/12/2020).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  10:36 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah kembali dibuka melemah pada perdagangan Jumat (4/12/2020)  berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor)

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.182 per dolar AS, melemah 5 poin atau 0,03 persen dari posisi Rp14.177 pada Kamis (3/12/2020).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 5 poin ke level Rp14.135 per dolar AS. Namun, dalam kurang dari setengah jam, posisi rupiah kembali seperti penutupan kemarin di Rp14.140 per dolar AS. 

Rupiah kemudian bergerak melemah 2 poin ke level Rp14.142 pada pukul 09.42 WIB. Rupiah melemah bersama dengan yuan China, yen Jepang, dan dolar Hong Kong. Adapun mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan yang menguat 9,34 poin atau 0,85 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama menguat tipis 0,01 persen ke posisi 90,719.

Pada perdagangan hari sebelumnya, Kamis (3/12/2020), rupiah memang parkir di zona merah dengan pelemahan sebesar 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.140 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS semakin terjerembab dengan koreksi 0,2 persen menuju 90,94.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim dalam laporannya menyatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah optimisme pasar terhadap paket stimulus fiskal dari Amerika Serikat.

Anggota parlemen dapat meluncurkan paket fiskal untuk mendukung ekonomi Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Pemimpin Minoritas Senat AS dari Partai Demokrat Chuck Schumer dalam kesepakatan stimulus bipartisan senilai US$908 miliar yang mencakup dukungan untuk usaha kecil dan pengangguran Amerika. Kesepakatan itu harus digunakan sebagai dasar untuk negosiasi segera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as jisdor
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top