Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Susul Indonesia, AS Kini Jadi Net Importer Minyak

Amerika Serikat mengimpor lebih banyak minyak mentah dan produk minyak bumi daripada yang diekspornya pada bulan Mei dan Juni tahun ini.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  17:56 WIB
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat resmi menyandang status sebagai net importer minyak usai mengimpor lebih banyak emas hitam dan turunannya daripada melakukan ekspor produk itu. Indonesia, lebih dulu menyandang status tersebut sejak 2002.

Badan Administasi dan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) pada Selasa (1/12/2020) waktu setempat, mengungkapkan Amerika Serikat mengimpor lebih banyak minyak mentah dan produk minyak bumi daripada yang diekspornya pada bulan Mei dan Juni tahun ini.

Alhasil, kondisi itu secara singkat membalikkan tren selama 15 tahun di negara itu untuk menjadi pengekspor minyak bumi netto. 

Setelah menjadi eksportir minyak bumi bersih selama tujuh bulan berturut-turut dari Oktober 2019 hingga April 2020, Amerika Serikat menjadi importir bersih, dan impor minyak bumi bersih AS rata-rata 939.000 barel per hari (bph) pada Mei dan 675.000 bph pada Juni. 

EIA menunjukkan dalam skala tahunan, impor bersih minyak bumi AS telah turun dari level tertinggi 12,5 juta bph pada 2005 menjadi 0,7 juta bph pada 2019.

 

Pengembalian singkat ke impor bersih adalah hasil dari penurunan produksi minyak mentah AS dan penyulingan yang mengakibatkan penurunan ekspor minyak mentah bruto dan produk minyak bumi karena permintaan minyak bumi global yang lebih rendah dan respons ekonomi terhadap Covid-19. 

Pada April 2020, konsumsi minyak bumi AS turun ke level terendah dalam beberapa dekade karena tanggapan terhadap pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan perjalanan yang signifikan. Ketika permintaan minyak bumi turun, baik di dalam negeri maupun internasional, kilang AS menurunkan pemrosesan minyak mentah dan menghasilkan volume produk minyak bumi yang lebih kecil.

Penurunan konsumsi minyak bumi global menyebabkan penurunan tajam ekspor produk minyak bumi AS. Ekspor bruto produk minyak bumi AS turun selama tiga bulan berturut-turut, dari rekor tertinggi 6,3 juta bph pada Februari menjadi 3,9 juta bph pada Mei. 

Perubahan dalam ekspor produk minyak bumi ini adalah faktor utama dalam keseluruhan pergeseran perdagangan minyak bumi AS dari ekspor bersih ke impor bersih pada bulan Mei dan Juni. 

Sejak itu, ekspor produk minyak bumi bruto meningkat menjadi 5,1 juta bph pada bulan September, data terbaru dalam Petroleum Supply Monthly EIA. 

Ekspor bruto minyak mentah AS, yang menurun pada bulan Mei dan Juni, meningkat menjadi 3,2 juta bph untuk September (bulan terakhir yang datanya tersedia), level yang lebih rendah dari rekor tertinggi 3,7 juta bph yang ditetapkan di Februari 2020. 

Namun, impor bruto minyak mentah telah kembali menurun dalam jangka panjang dan terakhir mencapai 5,4 juta bph untuk September, nilai bulanan terendah sejak Maret 1992.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor minyak bumi
Editor : Lukas Hendra TM

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top