Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Multi Bintang (MLBI) Buka Suara Soal Pembahasan RUU Minuman Beralkohol

Saat ini rancangan undang undangan larangan minuman beralkohol sudah masuk dalam tahap harmonisasi di DPR.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 November 2020  |  16:10 WIB
Laporan berkelanjutan PT Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI). Istimewa
Laporan berkelanjutan PT Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Multi Bintang Indonesia Tbk. buka suara terkait pembahasan rancangan undang undang larangan minuman beralkohol yang sedang digodok oleh parlemen.

Direktur Corporate Affairs Multi Bintang Indonesia Ika Noviera menjelaskan bahwa perseroan merupakan pionir di industri bir Indonesia. Usia perseroan sudah mencapai 89 tahun pada 2020.

“Sebagai perusahaan yang sudah cukup lama, kami selalu menghormati peraturan yang berlaku di negara ini,” ujarnya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (27/11/2020).

Ika mengatakan produk minuman beralkohol harus diproduksi, dijual, dan dinikmati secara bertanggung jawab. Pihaknya mengklaim terus melakukan program atau inisiatif untuk memastikan penjualan produk dilakukan secara bertanggung jawab.

Lebih lanjut, dia menyebut perseroan telah mengikuti perkembangan rancangan undang undang larangan minuman beralkohol. Menurutnya, beleid itu bukan merupakan topik baru dan sudah ada sejak 2015 serta menjadi inisiatif parlemen.

“Seperti yang dilaporkan, pemerintah juga mengatakan saat ini proses masih sangat tahap awal diskusi di sisi parlemen dan karena tahap ini masih di sisi parlemen dan tahapan awal, kami tidak mau membuat asumsi atau berspekulasi untuk apa yang akan terjadi,” jelasnya.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, saat ini rancangan undang undangan larangan minuman beralkohol sudah masuk dalam tahap harmonisasi di DPR.

Beleid itu akan mengatur sejumlah jenis minuman beralkohol yaitu yang berkadar etanol 1-5 persen, 5-20 persen, 20-55 persen, minuman beralkohol tradisional, serta campuran atau dikenal oplosan.

Belied itu juga mengatur minuman beralkohol hanya boleh untuk kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.

Adapun, sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan berupa hukum pidana berupa penjara 3 bulan sampai 10 tahun dan denda mulai dari Rp20 juta hingga Rp1 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten multi bintang minuman beralkohol RUU Minuman Beralkohol
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top