Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masa Transisi Pemerintahan di AS Resmi Bergulir, Pasar Asia Ditutup Menguat

Indeks TOPIX Jepang melambung 2,1 persen, diikuti dengan kenaikan indeks Hang Seng Hongkong sebesar 0,11 persen, dan juga indeks KOSPI Korea Selatan yang juga menguat 0,5 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 November 2020  |  14:03 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada Selasa (24/11/2020) yang dipicu oleh proses transisi jabatan dari Presiden AS Donald Trump ke Presiden terpilih Joe Biden.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks TOPIX Jepang melambung 2,1 persen, diikuti dengan kenaikan indeks Hang Seng Hongkong sebesar 0,11 persen, dan juga indeks KOSPI Korea Selatan yang juga menguat 0,5 persen.

Selanjutnya, indeks S&P/ASX 200 Australia juga ditutup di zona hijau dengan kenaikan 1,3 persen. Sebaliknya, indeks Shanghai Composite China terpantau terkoreksi 0,3 persen

Penguatan pasar Asia salah satunya ditopang oleh General Service Administration yang telah mengukuhkan Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden AS pada Senin waktu setempat. Hal terebut memicu terjadinya perpindahan kekuasaan yang formal, dengan Presiden AS Donald Trump meminta kabinetnya dan pihak terkait lain bekerja sama dengan tim transisi Biden.

Senior Market Analyst Asia Pacific Oanda, Jeffrey Halley mengatakan, pelaku pasar merespon positif kepastian perpindahan kekuasaan dari Trump ke Biden yang memperkuat legitimasi hasil pemilu AS.

“Pemerintahan Biden tidak akan menagnut isolasionisme seperti trump. Dengan begitu, AS diperkirakan akan kembali melakukan hubungan diplomatik dan dagang dengan China,” jelasnya.

Selain itu, keberhasilan vaksin terbaru telah memunculkan risk-on di pasar. Investor mulai beralih ke aset dengan return tertinggi untuk dapat dimaksimalkan setelah situasi lockdown di berbagai negara mereda.

Brent Schutte, Northwestern Mutual Wealth Management Chief Investment Strategist dikutip dari Bloomberg mengatakan efektivitas vaksin akan ditentukan oleh waktu sehingga investor disarankan untuk mulai masuk ke instrumen investasi tinggi risiko pada posisi terbawahnya saat ini.

"Saya rasa investor akan membeli (ekuitas) saat terjadi penurunan, dan saya pikir Anda mungkin juga akan melirik small caps yang akan dimanfaatkan saat terjadinya siklus ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, data menunjukkan aktivitas bisnis AS menguat pada November pada laju tercepat sejak Maret 2015.

Salah satu katalis positif yang juga mendongkrak pergerakan indeks AS adalah rencana Biden untuk mencalonkan mantan Ketua Dewan Gubernur The Fed Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top