Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sentimen Vaksin Covid-19 Masih Bersisa, Bursa Eropa Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 terpantau menguat 0,4 persen, sementara indeks berjangka Stoxx Europe 50 naik sebesar 0,2 persen.
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa./ Bartek Sadowski - Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa./ Bartek Sadowski - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/11/2020)

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 terpantau menguat 0,4 persen, sementara indeks berjangka Stoxx Europe 50 naik sebesar 0,2 persen.

Sementara itu, indeks Dax Jerman dan FTSE All Share Inggris terpantau menguat masing-masing sebesar 0,20 persen dan 0,28 persen. Sementara itu, indeks CAC 40 Perancis turut menghijau 0,34 persen.  

Setelah antusiasme investor terhadap prospek vaksin Covid-19 berhasil meningkatkan ekuitas global dan mendorong aset safe haven berguguran, beberapa analis mengatakan bahwa optimisme tersebut mungkin sudah terlalu jauh.

Penyuntikan dan distribusi vaksin masih memiliki beberapa rintangan untuk diselesaikan.

Patrik Schowitz, global multi-asset strategist JPMorgan Asset Management menjelaskan, proses distribusi vaksin virus corona akan diperhitungkan oleh para pelaku pasar lebih jauh dibandingkan dengan keadaan ekonomi dunia saat ini. Ia mengatakan tren penguatan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan dan kemudian akan melambat.

Di sisi lain, kasus positif Covid-19 di banyak negara terus bertambah. AS melaporkan rekor 142.907 infeksi virus corona baru pada hari Senin dan tampaknya siap untuk mencapai rawat inap paling banyak akhir pekan ini.

Selain itu, terdapat kekhawatiran pasar terhadap penggelontoran stimulus fiskal dari pemerintahan AS seiring dengan peralihan kekuasaan ke Presiden terpilih Joe Biden.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper