Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilpres AS Berlangsung, Wall Street Ditutup Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup menguat 1,8 persen ke level 3.369,16, level tertinggi dalam sepekan dan lonjakan terbesar dalam lebih dari empat minggu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 November 2020  |  05:59 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat dua hari berturut-turut pada perdagangan Selasa (3/11/2020) di tengah spekulasi bahwa Kongres akan menyampaikan RUU belanja negara setelah hasil pemilihan diputuskan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup menguat 1,8 persen ke level 3.369,16, level tertinggi dalam sepekan dan lonjakan terbesar dalam lebih dari empat minggu.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,1 persen ke level 27.480,03 dan Nasdaq Composite menguat 1,9 persen ke 11.160,57.

Calon Presiden dari partai Demokrat Joe Biden memimpin Presiden Donald Trump dalam jajak pendapat terakhir. Beberapa investor berspekulasi kemenangannya akan meningkatkan belanja federal.

Sementara itu, saham Alibaba Group Holding Ltd. yang diperdagangkan di AS anjlok 8,1 persen setelah China menghentikan penawaran umum perdana Ant Group Co., di mana Alibaba memiliki sekitar 33 persen saham.

Imbal hasil obligasi Treasury AS menguat dan dolar AS melemah karena meningkatnya selera investor terhadap aset berisiko. Minyak memperpanjang kenaikan di tengah meningkatnya tanda-tanda bahwa OPEC+ akan menunda rencana pelonggaran pengurangan produksi.

“Ini adalah cerminan dari kepercayaan pasar bahwa tidak akan ada banyak ketidakpastian setelah hari pemungutan suara,” kata manajer portofolio Northwestern Mutual Wealth Management Co Matt Stucky, seperti dikutip Bloomberg.

“Hasil terburuk pilpres AS adalah tidak pastinya pemenang yang memerlukan waktu berminggu-minggu dan banyak masalah hukum sebelum keputusan akhirnya dibuat," lanjutnya.

Meskipun banyak yang memperkirakan kemenangan partai Demokrat, pasar masih belum yakin sepenuhnya. Salah satu proyeksi mencatat 50 persen peluang tercapainya Gelombang Biru, yang berarti kemenangan Joe Biden dan Partai Demokrat di Kongres.

Pasar mencerminkan lebih banyak optimisme setelah berminggu-minggu spekulasi bahwa hasil pemilu yang diperebutkan mungkin tidak menghasilkan pemenang yang jelas untuk beberapa waktu dan mengacaukan pasar.

Jajak pendapat terus menunjukkan bahwa Biden unggul, meskipun hasil poling di sejumlah negara bagian menunjukkan hasil yang ketat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Pilpres AS
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top