Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sektor Teknologi dan Energi Hijau Korsel Untung Jika Biden Menang Pilpres AS

Samsung Active Asset Management mengatakan ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat telah berdampak positif pada saham semikonduktor Negeri Ginseng.
Bursa Korea Selatan/Reuters
Bursa Korea Selatan/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan semikonduktor Korea Selatan dan sektor energi hijau dipandang sebagai penerima manfaat utama jika Joe Biden terpilih sebagai presiden Amerika Serikat.

Indeks acuan Kospi adalah salah satu benchmark saham pertama di Asia yang mencatatkan kenaikan tahun ini sebesar 61 persen dari level terendah pada Maret 2020.

Ekspor Korea Selatan pada kuartal III/2020 melonjak tertinggi sejak 1986 karena permintaan untuk chip memori dan elektronik meningkat dari China dan negara ekonomi utama lainnya di tengah tren bekerja dari rumah.

Satu titik fokus dalam kemenangan Biden adalah apakah dia dapat membantu mengakhiri konflik perdagangan AS dengan China yang menguat selama pemerintahan Donald Trump. Hubungannya dengan Korea Utara juga akan diawasi dengan ketat. Joe Biden sempat mengatakan dia tidak akan bertemu Kim Jong Un kecuali pemimpin Korea Utara itu memangkas persenjataan nuklirnya.

Sementara itu, rencana energi bersih Biden senilai US$2 triliun telah berkontribusi pada reli saham Korea Selatan terkait.

Dilansir Bloomberg, Senin (2/11/2020), menurut analis dan manajer dana di Seoul, berikut adalah beberapa saham dan sektor utama Korea Selatan yang harus diperhatikan dalam pemilihan AS mendatang.

Pertama, sektor semikonduktor. Sangwon Lee, ahli strategi di Samsung Active Asset Management mengatakan ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat telah berdampak positif pada saham semikonduktor Negeri Ginseng. Bisnis chip memori Samsung diuntungkan dari penimbunan oleh Huawei Technologies Co. menjelang sanksi AS.

Saham Samsung Electronics Co. tumbuh 5,7 persen year-to-date, sedangkan SK Hynix Inc. terpangkas -12 persen.

Kedua, sektor teknologi dan Kesehatan. Lee Dong-Hoon, kepala eksekutif di NH Hedge Asset Management mengatakan kemenangan Biden dapat mengakhiri reli saham pertumbuhan AS selama bertahun-tahun. Indeks Kosdaq berteknologi tinggi Korea Selatan, yang naik 20 persen sepanjang tahun ini, juga rentan terhadap koreksi.

Dorongan Demokrat untuk perpanjangan cakupan bantuan medis mungkin berdampak positif untuk produsen obat-obatan biologis versi tiruan Korea Selatan. Namun, investor perlu memeriksa apakah obat Korea akan ditambahkan ke cakupan asuransi AS.

Saham utama di sektor farmasi yakni Celltrion Inc. (+ 34 persen) dan Samsung Biologics Co. (+ 47 persen).

Ketiga, sektor energi bersih. Menurut KB Securities yang berbasis di Seoul, produsen baterai mobil listrik, panel surya, pembangkit listrik tenaga angin, dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen Korea Selatan kemungkinan akan mendapat manfaat dari rencana iklim Biden.

Saham utama di sektor energi bersih antara lain, produsen bahan kimia dan baterai LG Chem Ltd. (+ 102 persen), Doosan Fuel Cell Co. (+ 399 persen), pembuat bahan kimia dan solar play Hanwha Solutions Corp. (+ 144 persen), dan CS Wind Corp. (+174 persen).

Sementara itu, Lee Dong-Heon, seorang analis di Daishin Securities mengatakan, terkait hubungan antara AS dan Korea Utara, kemungkinanya dapat memburuk jika Biden terpilih.

Saham infrastruktur Korea Selatan, yang dijuluki 'saham perdamaian', melonjak pada 2018 ketika Trump mengadakan pertemuan puncak dengan Kim. Korea Utara jelas mendukung Trump dan mengecam pencalonan Biden. Hubungan yang lebih buruk dengan negara tetangga itu akan mengurangi harapan untuk proyek infrastruktur baru atau investasi di rezim Kim.

Menurut Samsung Futures, kemenangan Biden akan membantu kemenangan Korea Selatan lebih lanjut karena kemungkinan akan meredakan ketegangan perdagangan. Mata uang won yang bergantung pada ekspor telah menguat, mencapai tertinggi dalam 19 bulan pekan lalu dan sejauh ini merupakan mata uang dengan kinerja terbaik di Asia bulan ini.

"Ekspektasi ekonomi AS untuk pulih di belakang stimulus juga akan membantu meningkatkan minat terhadap risiko di Asia, meningkatkan won ke level 1.060 per dolar pada paruh pertama tahun depan," kata Kim Yumi, ahli strategi pasar di Kiwoom Securities Co.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper