Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Tesla Dkk Moncer, Wall Street Dibuka Menghijau 

Indeks S&P 500 dibuka menguat 0,3 persen pada pukul 09.32 di New York. Penguatan itu ditopang oleh saham Tesla Inc. yang naik setelah perseroan melaporkan laba untuk kuartal kelima berturut-turut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  21:02 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -  Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat menyusul euforia musim laporan keuangan, Kamis (22/10/2020). Kenaikan indeks saham antara lain didorong laporan keuangan emiten yang cemerlang, salah satunya produsen mobil listrik, Tesla 

Dilansir dari Bloomberg, apresiasi harga saham di Negeri Paman Sam terjadi di tengah kasus Covid-19 yang terus menanjak sementara perundingan stimulus AS tak memperlihatkan kemajuan berarti.

Indeks S&P 500 dibuka menguat 0,3 persen pada pukul 09.32 di New York. Penguatan itu ditopang oleh saham Tesla Inc. yang naik setelah perseroan melaporkan laba untuk kuartal kelima berturut-turut.

Selanjutnya, saham AT&T Inc. juga melaju didorong oleh laporan jumlah pengguna yang bertambah di atas perkiraan.

Penyedia tas bermerek Hermes International juga melesat karena penjualan dirilis meningkat di atas perkiraan, terutama terkerek oleh permintaan dari Asia.

Mantan Trader Merrill Lynch dan pendiri The Sevens Report Tom Essaye mengatakan musim laporan keuangan membawa uforia ke pasar saham di AS dan menutupi sentimen stimulus serta kasus Covid-19.

“Laporan pendapatan berdatangan dan hasilnya lebih sehat dan lebih baik daripada perkiraan. Kemajuan pembicaraan stimulus tetap menjadi perhatian, pengaruh makro ini bakal terus mendominasi internal pasar sampai ada kejelasan menjelang Pemilu,” kata Essaye, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (22/10/2020).

Global Head of Desk Strategy NatWest Markets James McCormick memperkirakan paket stimulus fiskal AS belum akan tersedia menjelang Pemilu bulan depan.

Pada saat bersamaan, kasus Covid-19 yang kembali meningkat bakal menambah tantangan aset-aset berisiko.

“Debat stimulus fiskal di AS menjadi pertanyaan utamanya dalam jangka pendek,” kata McCormick.

Pada akhir perdagangan kemarin, saham-saham di AS memerah setelah volatilitas meningkat di sepanjang hari perdagangan. Hal itu mencerminkan bahwa pelaku pasar mengantisipasi belum akan ada paket stimulus yang diluncurkan Pemerintah AS sebelum Pemilu.

Strategist Saxo Capital Markets Eleanor Creagh menambahkan dengan tidak ada kemajuan perundingan stimulus AS, pelaku pasar bakal terus merespons setiap perkembangan mengenai stabilitas politik di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top