Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentimen Intervensi Pemilu AS, Bursa Eropa Anjlok Hampir 1 Persen

Direktur National Intelligence John Ratcliffe mengatakan, Iran dan Rusia dinilai mencoba melakukan intervensi dalam proses pemilihan presiden di AS yang akan digelar pada 3 November mendatang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  15:15 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Eropa dibuka terkoreksi seiring dengan lonjakan kasus positif virus corona di wilayah tersebut dan ancaman intervensi pemilihan presiden AS.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (22/10/2020), indeks Stoxx Europe 600 anjlok 0,9 persen pada pembukaan perdagangan hari ini. Catatan ini sekaligus menjadi posisi indeks terendah dalam sebulan terakhir.

Global Head of Desk Strategy NatWest Markets, James McCormick mengatakan, saat ini para pelaku pasar mulai menyadari kemungkinan tidak adanya paket stimulus AS sebelum pemilu berlangsung. 

"Lonjakan kasus positif virus corona juga menjadi katalis negatif. Namun, sentimen pembahasan stimulus AS masih menjadi fokus utama dalam jangka pendek," ujarnya. 

Pergerakan perdagangan bursa Eropa juga dipengaruhi dugaan intervensi pemilihan umum presiden AS. 

Direktur National Intelligence John Ratcliffe mengatakan, Iran dan Rusia dinilai mencoba melakukan intervensi dalam proses pemilihan presiden di AS yang akan digelar pada 3 November mendatang.

“Kami telah mengkonfirmasi bahwa sejumlah data pendaftaran pemilih telah didapatkan oleh Iran dan Rusia. Data tersebut dapat digunakan oleh aktor-aktor asing untuk menyebarkan informasi palsu,” katanya.

Analis Saxo Capital Markets Eleanor Creagh mengatakan, pasar bereaksi negatif terhadap kabar intervensi pemilu AS seiring dengan minimnya kejelasan paket stimulus.

"Kemunculan dugaan intervensi ini menyebabkan kemungkinan kedua calon presiden untuk mempermasalahkan hasil akhir pemilihan semakin besar, utamanya setelah pemilihan ini akan berjalan lebih ketat dibandingkan hasil jajak pendapat yang ada," jelasnya.

Di sisi lain, stimulus AS masih menjadi perhatian para pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan dirinya berharap bakal ada belanja stimulus yang berlaku surut.

Hal itu disampaikannya kendati mayoritas anggota Partai Republik sudah memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan “mahal” yang akan diajukan Demokrat sebelum Pemilu.

Sementara itu, lonjakan kasus virus corona di Eropa kian memburuk. Hal tersebut terlihat dari angka infeksi harian di Jerman yang mencapai rekor tertinggi.

Di sisi lain, Spanyol dan Perancis menjadi negara pertama di kawasan Eropa Barat dengan 1 juta kasus positif. Adapun jumlah perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di AS juga mencapai angka tertinggi dalam dua bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa Pilpres as 2020
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top