Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fitch Ratings Turunkan Peringkat Wijaya Karya (WIKA) Menjadi A-

Pada tahun ini, Fitch Ratings memperkirakan WIKA hanya mampu memenangkan kontrak baru sekitar Rp17 triliun dan naik menjadi Rp35 triliun pada tahun depan. Keduanya lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2019 yang senilai Rp41 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  14:12 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat  Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit jangka panjang nasional milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menjadi A menjadi A- 

Secara bersamaan, Fitch Ratings juga menegaskan peringkat BB- untuk peringkat surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh  Wijaya Karya. 

Analis Fitch Ratings Kah Ling Chan menuliskan dalam laporan terbarunya bahwa outlook kredit emiten berkode saham WIKA tersebut ditetapkan negatif.

Perubahan peringkat menjadi A- seiring dengan peninjauan Fitch terhadap relasi WIKA dengan pemerintah. Untuk diketahui, pemegang saham pengendali WIKA adalah Negara Republik Indonesia dengan porsi 65 persen.

“Kami merevisi bagian kekuatan dan insentif dari pemerintah untuk menyediakan dukungan [kepada WIKA]. Kami yakin dukungan pemerintah, walau berlanjut, tidak dapat mempertahankan profil kredit WIKA pada masa pandemi,” tulis Chan seperti dikutip, Kamis (22/10/2020).

Sebagaimana diketahui, pada 2016 WIKA mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4 triliun. Sejak saat itu, WIKA tidak pernah lagi mendapat PMN dan mengandalkan pendanaan eksternal, termasuk pinjaman dari bank BUMN.

Fitch Ratings melihat potensi default WIKA akan memberikan dampak moderat terhadap pendanaan untuk perusahaan BUMN lainnya. Adapun, WIKA termasuk emiten pelat merah yang memiliki tingkat utang tinggi dan eksposurnya menyentuh investor domestik dan global.

Lebih lanjut, outlook negatif yang diberikan mencerminkan risiko gangguan pandemi terhadap operasional WIKA. Fitch Ratings memperkirakan utang bersih yang terhitung dalam Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) perseroan sebesar 14 kali pada 2020 sebelum pulih ke bawah 6 kali pada 2022.

Pada tahun ini, Fitch Ratings memperkirakan WIKA hanya mampu memenangkan kontrak baru sekitar Rp17 triliun dan naik menjadi Rp35 triliun pada tahun depan. Keduanya lebih rendah dibandingkan realisasi pada 2019 yang senilai Rp41 triliun.

“Kemampuan mengurangi utang akan sangat bergantung dengan perkembangan pandemi,” tulis Chan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings wijaya karya wika
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top