Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelanggan Indihome Tumbuh Subur di Masa Pandemi

SVP Coroporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan sepanjang pandemi ini IndiHome yang mengalami peningkatan permintaan pasang baru (PSB) hingga 47 persen dibanding sebelum adanya pandemi.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  06:24 WIB
Logo Indihome - Twitter.com
Logo Indihome - Twitter.com

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah pelanggan baru layanan produk fixed broadband dari PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., Indihome, tercatat tumbuh pesat selama pandemi.

SVP Coroporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan sepanjang pandemi ini IndiHome yang mengalami peningkatan permintaan pasang baru (PSB) hingga 47 persen dibanding sebelum adanya pandemi.

Menurutnya, pandemi Covid-19 di Indonesia melatarbelakangi adanya kebijakan aktivitas belajar dan bekerja dari rumah sehingga kebutuhan masyarakat akan akses internet pun mengalami peningkatan.

“Untuk itu, IndiHome terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses internet tanpa batas dalam memudahkan berbagai aktivitas yang dilakukan dari rumah,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Achmad menambahkan, mengingat akses internet menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di tengah masa pandemi ini, TelkomGroup berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.

“Kami terus memonitor dan melakukan perbaikan jaringan guna menghindari adanya gangguan layanan kepada pelanggan. Telkom juga melakukan penambahan bandwidth di beberapa jalur dengan trafik telekomunikasi yang cukup padat guna menghindari ketidaknyamanan pada akses internet pelanggan,” tutur dia.

Saat ini, Indihome tengah menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perseroan. Tercatat, per Juni 2020 kontribusi bisnis internet broadband tersebut mencapai sekitar 15 persen terhadap pendapatan konsolidasi Telkom.

Achmad meyakini pertumbuhan perseroan secara keseluruhan akan terus tinggi. Pasalnya, dia menyebut secara fundamental bisnis Telkom masih kuat dan perseroan memiliki prospek pertumbuhan yangg baik khususnya dari mobile data dan fixed broadband.

“Kemudian dengan harga saat ini di sekitar 2800, valuasi Telkom sangat menarik,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom indihome
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top