Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi China Bangkit, Harga Komoditas Andalan Indonesia Berpeluang Naik

Indeks harga komoditas ekspor Indonesia hingga 9 Oktober 2020 turun hingga 4,4 persen. Namun, pemulihan ekonom global, termasuk China diperkirakan bisa mengerek kembali harga komoditas andalan Indonesia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  14:58 WIB
Pekerja dengan alat berat memindahkan cangkang sawit yang akan diekspor ke Thailand di Pelabuhan Bela-Belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (27/7/2020). Sulbar, Kalbar, Riau, dan Babel tercatat sebagai provinsi pengekspor sawit.  - ANTARA
Pekerja dengan alat berat memindahkan cangkang sawit yang akan diekspor ke Thailand di Pelabuhan Bela-Belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (27/7/2020). Sulbar, Kalbar, Riau, dan Babel tercatat sebagai provinsi pengekspor sawit. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga komoditas ekspor Indonesia masih berada dalam tekanan sepanjang tahun berjalan 2020. Kendati demikian, sinyal pemulihan semakin kuat di sisa tahun ini sudah muncul seiring dengan perbaikan ekonomi global.

Mengutip laporan tinjauan kebijakan moneter Bank Indonesia kuartal III/2020, indeks harga komoditas ekspor Indonesia hingga 9 Oktober 2020 telah terkontraksi hingga 4,4 persen.

Kontraksi tersebut lebih besar dibandingkan dengan penurunan kinerja indeks harga komoditas ekspor Indonesia sepanjang 2019 yang hanya 3 persen.

Bahkan, jauh lebih dalam dibandingkan dengan kinerja 2018 yang hanya turun 2,8 persen dan 2017 yang berhasil tumbuh signifikan hingga 21,7 persen.

Adapun, hingga 9 Oktober 2020, penurunan terbesar terjadi pada harga batu bara yang terkoreksi sebesar 20,5 persen, diikuti oleh harga karet dan timah yang masing-masing turun 9,7 persen dan 9,4 persen.

Hanya komoditas minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dan kopi yang berhasil mencetak kenaikan harga, yaitu masing-masing naik 21 persen dan 3,4 persen.

Kendati demikian, Bank Indonesia menyebutkan bahwa prospek volume perdagangan dunia dan harga komoditas global telah membaik pada paruh kedua tahun ini dibandingkan dengan semester I/2020.

Hal itu sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang meningkatkan permintaan komoditas, terutama dari China.

“Permintaan komoditas ekspor meningkat terutama bersumber dari AS dan Tiongkok di tengah penurunan permintaan dari India dan negara emerging market (EM) lainnya,”  tulis Bank Indonesia dalam laporan kebijakan moneter kuartal III/2019, dikutip Senin (19/10/2020).

Menurut Bank Indonesia, indikasi membaiknya volume perdagangan dunia tercermin dari peningkatan kegiatan ekspor berbagai negara dan indeks kontainer logistik global (Drewry World Container Index) yang meningkat pada kuartal III/2020.

Adapun, Bank Indonesia menjelaskan perbaikan harga komoditas ekspor utama Indonesia didorong oleh peningkatan harga CPO dan komoditas logam, seiring dengan meningkatnya permintaan dari China.

Penjualan eceran makanan China yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan temporer dari India untuk restocking telah mendorong harga CPO untuk bergerak lebih tinggi. 

Sementara itu, perbaikan permintaan dari China untuk infrastruktur dan kuatnya permintaan di pasar aset, seperti emas, telah membantu harga-harga logam bergerak naik.

“Harga minyak dunia pada kuartal  III/2020 telah meningkat sejalan dengan pemulihan ekonomi global, tetapi kembali terkoreksi pada September 2020 didorong oleh penurunan compliance rate OPEC+ serta

risk-off di pasar aset yang dipengaruhi rebalancing portofolio investor,” papar Bank Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor komoditas china
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top