Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Emiten Lampaui Kekhawatiran Brexit, Bursa Eropa Ditutup Menguat

Penguatan bursa Eropa didorong oleh saham LVMH yang naik ke level tertinggi sejak Januari, setelah perusahaan diuntungkan dari meningkatnya minat terhadap merek Louis Vuitton pada kuartal III/2020.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  06:08 WIB
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. -  Bartek Sadowski / Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. - Bartek Sadowski / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Jumat (16/10/2020) setelah sektor barang mewah, perjalanan, dan otomotif menguat, melampaui kekhawatiran atas meningkatnya kasus virus corona dan perkembangan pembicaraan Brexit.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 berakhir menguat 1,26 persen ke level 367.48. Sementara itu, indeks DAX Jerman menguat 1,62 persen, indeks CAC 40 Prancis menguat 2,03 persen, dan FTSE 100 Inggris naik 1,49 persen.

Penguatan bursa Eropa didorong oleh saham LVMH yang naik ke level tertinggi sejak Januari, setelah perusahaan diuntungkan dari meningkatnya minat terhadap merek Louis Vuitton pada kuartal III/2020.

Sementara itu, saham Daimler AG menguat 5,5 persen setelah mencatat laba di atas perkiraan berkat pemulihan penjualan mobil dan pemanbkasan pengeluaran. Saham Thyssenkrupp AG naik 11 persen setelah Liberty Steel memberikan penawaran akuisisi unit baja perusahaan.

Meskipun hari ini rebound, indeks Stoxx 600 masih kerugian mingguan 0,8 persen karena kekhawatiran atas peningkatan infeksi dan pembatasan yang lebih ketat di kota-kota di kawasan itu membebani aset berisiko.

Manajer portofolio ekuitas senior Mediolanum, David Holohan, mengatakan bahwa tindakan lockdown lebih lanjut terkait dengan peningkatan kasus virus corona akan merusak pertumbuhan ekonomi dan mempersulit perusahaan untuk merencanakan kuartal terakhir tahun ini.

"Saat kita melalui musim laporan keuangan, meskipun kuartal III/2020 akan menunjukkan peningkatan dari kuartal sebelumnya, saya menduga banyak tim manajemen sekarang akan sangat berhati-hati terhadap kondisi saat ini sebelum memberikan proyeksi setahun penuh mereka," kata Holohan, seperti dikutip Bloomberg.

Terkait Brexit, negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa akan berlanjut pekan depan bahkan setelah Boris Johnson mengatakan dia tidak yaking bahwa kesepakatan perdagangan akan dicapai.

Perdana Menteri Inggris tersebut mengatakan negaranya akan bersiap untuk meninggalkan pasar tunggal dan serikat pabean Uni Eropa pada akhir tahun tanpa kesepakatan baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa indeks stoxx europe 600
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top