Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target Penerbitan ORI018 Direvisi Jadi Rp10 Triliun

Pemerintah awalnya memasang target penjualan ORI018 senilai Rp5 triliun. Akan tetapi, pemerintah mempertimbangkan untuk mengerek target apabila permintaan lebih tinggi.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  20:36 WIB
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menaikkan kuota penerbitan instrumen obligasi negara ritel seri ORI018 dua kali lipat dari target awal.

Plt. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan data pemesanan atau completed order ORI018 mencapai Rp6.349,86 miliar sampai dengan Jumat (16/10/2020).

Deni mengatakan peminat ORI018 masih didominasi dari kalangan wiraswata dan pegawai swasta. Kondisi itu menurutnya tidak jauh berbeda dari emisi ORI sebelumnya.

“Kami proposed untuk dinaikkan kuota penerbitan ORI018 menjadi Rp10 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (16/10/2020).

Seperti diketahui, pemerintah awalnya memasang target penjualan ORI018 senilai Rp5 triliun. Akan tetapi, pemerintah mempertimbangkan untuk mengerek target apabila permintaan lebih tinggi.

ORI018 memiliki kupon tetap 5,70 persen. Instrumen itu menjadi surat berharga negara (SBN) ritel yang ditawarkan terakhir oleh pemerintah pada 2020.

Adapun, penawaran telah dimulai pada 1 Oktober 2020 dan akan berakhir pada 21 Oktober 2020 pukul 10:00 WIB. Minimum pemesanan yakni Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta dengan maksimum pemesanan Rp3 miliar.

Sebelumnya, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memprediksi pemesanan ORI018 masih bisa melewati Rp10 triliun. Pasalnya, investor ritel masih memerlukan instrumen yang aman dan terukur.

“Apalagi ORI bersifat tradeable,” jelasnya.

Ramdhan mengatakan tren suku bunga rendah membuat bunga deposito akan semakin turun. Dengan demikian, dana berpotensi beralih ke instrumen investasi yang aman dan lebih baik seperti ORI.

Berdasarkan catatan Bisnis, completed order ORI017 mencapai Rp18,33 triliun. Nilai itu menjadi rekor penjualan ORI melalui sistem daring yang mulai diperkenalkan pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara obligasi ritel indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top