Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Belum Ada Kejelasan Stimulus, Bursa Asia Dibuka Variatif

Perdagangan hari ini di bursa Asia ditopang oleh pembicaraan terkait paket stimulus yang terus bergulir di Amerika Serikat. Indeks saham di Australia dan Jepang terpantau turun sedangkan di Korea Selatan stagnan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  07:39 WIB
Belum Ada Kejelasan Stimulus, Bursa Asia Dibuka Variatif
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang. - Kiyoshi Ota / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia dibuka variatif ditengah pembicaraan paket stimulus di Amerika Serikat yang terus berlanjut dan pemberlakuan kebijakan pembatasan baru untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (16/10/2020), indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka di zona merah dengan koreksi 0,3 persen. Menyusul di belakangnya adalah indeks Topix Jepang dengan penurunan 0,2 persen.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan terpantau stagnan pada pembukaan hari ini. Adapun indeks berjangka S&P 500 naik 0,3 persen hingga pukul 10.15 waktu Tokyo, Jepang.

Perdagangan hari ini di bursa Asia ditopang oleh pembicaraan terkait paket stimulus yang terus bergulir di Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, telah menyatakan kesediaannya untuk paket bantuan diatas US$1,8 miliar. Namun, hal tersebut ditolak oleh Ketua Senat AS dari Partai Republikan, Mitch McConnell.

Di sisi lain, investor juga memperhatikan sejumlah kebijakan baru yang diberlakukan pada sejumlah kota di wilayah Eropa untuk mencegah penyebaran lebih lanjut virus corona. hal tersebut terjadi menyusul lonjakan kasus positif di Benua Biru yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi global.

Data ketenagakerjaan AS menunjukkan adanya lonjakan klaim jaminan pengangguran tertinggi sejak Agustus lalu.

"Kita perlu melihat reli luar biasa yang telah terjadi selama lima bulan belakangan. Konsolidasi pasar memang akan terjadi seiring dengan risiko baru yang muncul di Eropa dan AS berupa lonjakan kasus positif virus corona," jelas Jim McDonald, Chief Investment Strategist Northern Trust.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia stimulus
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top