Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2021, Pefindo Proyeksi Emisi Surat Utang Korporasi Capai Rp128 Triliun

Waktu distribusi vaksin Covid-19 menjadi salah satu acuan Pefindo dalam memproyeksikan nilai emisi obligasi korporasi tahun depan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  19:02 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan emisi surat utang korporasi pada 2021 dapat mencapai Rp128 triliun.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana memperkirakan nilai emisi surat utang korporasi pada tahun depan berada pada kisaran Rp108 triliun - Rp148 triliun dengan nilai tengah sekitar Rp128 triliun.

“Pada 2021 kami berasumsi antara Rp108 triliun - Rp148 triliun dengan nilai moderat atau nilai tengah itu sekitar 128 triliun. Risiko pandemi kemungkinan menurun,” kata Fikri dalam paparan daring, Kamis (15/10/2020).

Adapun, waktu distribusi vaksin Covid-19 menjadi salah satu acuan Pefindo dalam memproyeksikan nilai emisi obligasi korporasi tahun depan.

Skenario optimistis dengan perkiraan vaksin dapat didistribusikan pada Januari, moderat ketika vaksin disebarkaan pada April, dan pesimistis jika vaksin baru akan dikirimkan pada Agustus 2021.

Adapun, waktu distribusi vaksin tersebut dapat mempengaruhi tingkat risiko masyarakat ketika akan mengalokasikan dana yang dimiliki baik untuk investasi maupun konsumsi.

Selain itu, dari sisi perusahaan juga akan mempengaruhi aliran kas dan tujuan pendanaan perusahaan.

“Hal tersebut [penyebaran vaksin] nantinya kami pikir akan mengubah pattern atau cara perusahaan mengalokasikan anggaran dan keinginan menerbitkan surat utang,” papar Fikri.

Selanjutnya, omnibus law yang baru disahkan baru-baru ini juga dinilai bakal mampu mendongkrak sentimen di pasar surat utang korporasi di masa depan.

Dilihat dari sisi positif, Omnibus Law bakal mampu mendorong aliran modal langsung baik dari asing maupun domestik.

Tingkat suku bunga yang diperkirakan terus berada di level terendah pada 2021 juga akan menambah kekuatan pasar obligasi korporasi. Pasalnya, suku bunga rendah akan membuat cost of fund untuk semua instrumen keuangan ikut rendah.

Selanjutnya, hal itu akan berdampak terhadap penurunan yield maupun spread surat utang korporasi.

“Sehingga surat utang korporasi dianggap akan lebih kompetitif untuk menjadi salah satu sumber pendanaan korporasi di 2021,” tutur Fikri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pefindo obligasi korporasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top