Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Emiten Mengecewakan, Bursa Eropa Anjlok di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Eurpe 600 melemah 1,94 persen atau 7,19 poin ke level 363,43 pada awal perdagangan, menuju ke pelemahan  terbesar dalam tiga pekan terakhir.
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa./ Bartek Sadowski - Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa./ Bartek Sadowski - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2020) setelah kinerja emiten gagal memicu reli. Sementara itu, bursamnya prospek stimulus baru dari AS sebelum pemilihan presiden November mendatang juga turut menekan bursa saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Eurpe 600 melemah 1,94 persen atau 7,19 poin ke level 363,43 pada awal perdagangan, menuju ke pelemahan  terbesar dalam tiga pekan terakhir.

Pada saat yang sama, indeks DAX Jerman melemah 2,6 persen, indeks CAC 40 Prancis merosot 1,9 persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,98 persen.

Saham Roche Holding tergelincir setelah penjualan kuartal III/2020 meleset dari perkiraan. Saham produsen minyak Total SE meleamh setelah melaporkan penurunan margin penyulingan di Eropa.

Sementara itu, penurunan indeks berjangka AS mengisyaratkan bursa AS mungkin melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, kecuali kinerja emiten besar seperti Morgan Stanley dan Charles Schwab pada Kamis malam berhasil memicu optimisme.

Investor yang mencari dorongan baru untuk pasar akan mengamati data pengangguran AS yang dirilis Kamis pagi waktu AS serta laporan penjualan ritel pada hari Jumat.

Di sisi lain, harapan investor terhadap stimulus AS semakin tipis setelah Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa kesepakatan stimulus sebelum pemilu akan sulit dicapai.

"Perubahan terbaru yang saya dengar adalah tidak ada yang akan dilakukan sampai pemilihan presiden," kata manajer portofolio Kingsview Investment Management, Paul Nolte, seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper