Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemohonan PKPU terhadap PTPP Dicabut

Sekretaris Perusahaan PTPP menyatakan bahwa perseroan telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda pencabutan permohonan PKPU. 
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  20:28 WIB
PT PP (Persero) Tbk - Istimewa
PT PP (Persero) Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atas PT PP (Persero) Tbk. resmi dicabut.

Dalam surat yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Sekretaris Perusahaan PTPP menyatakan bahwa perseroan telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda pencabutan permohonan PKPU. 

“Putusan [sidang] tersebut adalah mengabulkan permohonan pencaputan PKPU dan menyatakan perkara permohonan PKPU Nomor 321/Pdt. Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt. Pst dicoret dari register perkara niaga,” demikian tulus Yuyus, seperti dikutip Bisnis, Rabu (14/10/2020) 

Sebelumnya, Budi Darmawan dan CV Prima menyampaikan permohonan PKPU terhadap emiten kontraktor pelat merah tersebut ke PN Jakarta Pusat. 

Budi Darmawan merupakan mandor proyek PTPP untuk proyek Swissbel Inn Surabaya dan proyek Transmart Malang. Sedangkan CV Prima adalah vendor beberapa proyek PTPP untuk proyek Hotel Labersa, proyek Sentul, dan proyek JO Kendari. 

Adapun, nilai dan materialitas kewajiban PTPP terhadap para pemohon PKPU senilai Rp1,75 miliar dan telah dilunasi Rp915,37 juta. Dengan demikian, sisa kewajiban yang belum dibayarkan senilai Rp837,72 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu ptpp
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top