Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WIKA Kucurkan Pinjaman untuk Proyek Kereta Cepat Rp4,63 Triliun

Wijaya Karya (WIKA) melansir memberikan pinjaman baru kepada PT Pilar Sinerg BUMN Indonesia sebeasr Rp645,83 miliar. Pinjaman tersebut merupakan pinjaman ke-9 sejak akhir 2015. Secara kumulatif nilai pinjaman mencapai Rp4,63 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  12:49 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. akan menyuntikkan dana senilai Rp645,83 miliar dalam bentuk pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Total pinjaman kepada PSBI yang sudah dikucurkan WIKA mencapai Rp4,63 triliun.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menyampaikan pinjaman kepada PBSI diberikan untuk jangka watu 12 bulan. Pinjaman tersebut merupakan pinjaman ke-9 yang sudah dikucurkan oleh WIKA.

Untuk diketahui,  WIKA adalah pemegang saham PSBI dengan porsi 28 persen. Adapun PSBI adalah pemegang 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“[Shareholder loan] Kepada PSBI untuk melaksanakan tambahan setoran modal kepada PT Kereta Cepat Indonesia—China (KCIC),” tulis Mahendra dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/10/2020).

Sumber dana rencana transaksi ini akan diambil WIKA dari pinjaman perbankan dengan tingkat bunga sebesar 10,25 persen per tahun.

Dengan merujuk kepada besaran bunga tersebut, cost of fund atau bunga yang dibebankan kepada PT PSBI menjadi 11,25 persen tanpa jaminan dan tanpa pembatasan (covenant).

Menurut Mahendra, transaksi ini bukan transaksi material karena penambahan fasilitas pinjaman Rp645,83 triliun kepada PT PSBI hanya memiliki porsi 3,98 persen dari total ekuitas WIKA per 30 Juni 2020 senilai Rp16,22 triliun.

"Dengan dilaksanakannya rencana transaksi tersebut, PSBI mampu untuk melakukan setoran modal kepada KCIC dalam rangka Proyek HSR sehingga Proyek HSR bisa diselesaikan sesuai dengan skedul yang diharapkan," tulis Mahendra.

Mahendra mengatakan sejak Desember 2015 hingga Juli 2018, WIKA telah memberikan pinjaman pemegang saham senilai total Rp3,98 triliun sebanyak 8 kali.Dengan tambahan shareholder loan senilai Rp645,83 miliar kali ini, total pinjaman dana yang sudah terealisasi menjadi Rp4,63 triliun.

Pinjaman pemegang saham ini diberikan WIKA untuk melaksanakan pemenuhan sisa kewajiban setoran untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang akan dijadikan setoran modal PSBI kepada KCIC.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wika Kereta Cepat
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top