Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham PGN (PGAS) Diramal Tembus Rp1.500, Apa Saja Pendorongnya?

Kresna Sekuritas merekomendasikan beli terhadap saham PGAS dengan target harga Rp1.570.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  12:29 WIB
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk. diprediksi akan membaik seiring dengan kepastian harga distribusi gas dan sejumlah upaya pengembangan usaha.

Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menjelaskan bahwa Perusahaan Gas Negara mendistribusikan gas senilai US$6 per Millions British Thermal Units (MMBTU) sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Agustus 2020.

Emiten berkode saham PGAS itu mendistribusikan gas senilai US$6 per MMBTU kepada pelanggan dari tujuh sektor industri dan sembilan pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan total masing-masing 254 dan 243 BBTUD.

Kendati harga lebih murah, Robertus menilai tarif baru itu berpotensi meningkatkan konsumsi gas dari pelanggan lama sekaligus menarik pelanggan baru. Menurutnya, PGAS menambah lima pelanggan baru dari industri baja dan logam yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Karakatau Wajatama, PT Krakatau Posco, PT Indonesia Pos Chemtech Chosun Ref, dan PT Stollberg Samil Indonesia.

Di sisi lain, Kresna Sekuritas menyebut PGAS telah mencairkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$123 juta hingga Agustus 2020. Separuh atau sekitar US$62 juta digunakan untuk pengembangan hulu migas termasuk pengembangan blok migas yang sudah ada di antaranya lapangan West Pangkah dan Sidayu.

Adapun, West Pangkah dan Sidayu ditargetkan mampu mengalirkan minyak dan gas pertamanya masing-masing pada Desember 2020 dan pertengahan 2021. Sisanya realisasi capex US$58 juta dialokasikan untuk pengembangan hilir minyak dan gas dan US$ juta untuk pengembangan serat optik.

Robertus masih mempertahankan peringkat beli saham PGAS. Target harga berada di level Rp1.570.

“Kepastian harga distribusi gas dan sejumlah upaya pengembangan usaha lainnya berpotensi untuk menjaga volume distribusi dan memulihkan profitabilitas,” ujarnya dalam riset yang dipublikasikan, Senin (12/10/2020).

Lebih lanjut, kepastian harga gas diharapkan meningkatkan volume distribusi ke pelanggan eksisting sekaligus berpotensi menarik pelanggan baru. Dari sisi biaya, selesainya beberapa proyek pengembangan hilir dan hulu migas berpotensi mengurangi atau bahkan membalikkan kerugian penurunan nilai aset yang mencapai US$71,3 juta pada semester I/2020 sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Kendati demikian, Kresna Sekuritas menggarisbawahi sejumlah risiko investasi yakni penyelesaian sejumlah proyek pengembangan di bisnis hulu dan hilir yang lebih lambat dari perkiraan serta volume distribusi bulanan yang lebih rendah dari rerata 800 BBTUD pada kuartal IV/2020.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham PGAS menguat 0,51 persen ke level Rp985 akhir sesi pertama, Senin (12/10/2020). Pergerakan harga saham entitas anak PT Pertamina (Persero) itu tercatat masih mengalami koreksi 54,61 persen secara year to date (ytd).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas PGN rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top