Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Positif Covid-19, Dua Mata Uang Diburu Investor

Mengutip Bloomberg, yen naik terhadap semua mata uang G-10 karena investor mencari aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia positif Covid-19. Mata uang dolar AS juga memperpanjang keuntungan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  12:50 WIB
Debat calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan penantangnya Joe Biden berlangsung Rabu (30/9/2020) waktu setempat. JIBI - Nancy Junita/Youtube
Debat calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan penantangnya Joe Biden berlangsung Rabu (30/9/2020) waktu setempat. JIBI - Nancy Junita/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang yen dan dolar AS menjadi buruan investor yang mencari aset aman setelah informasi Presiden AS Donald Trump positif Covid-19.

Mengutip Bloomberg, yen naik terhadap semua mata uang G-10 karena investor mencari aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia positif Covid-19. Mata uang dolar AS juga memperpanjang keuntungan.

Trump mengatakan dia dan Ibu Negara Melania Trump, yang juga melakukan tes positif, akan memulai proses karantina mereka. Pada perdagangan Jumat (2/10/2020) pukul 12.33 WIB,yen naik 0,266 persen menjadi 105,25 per dolar AS.

Adapun, indeks dolar AS menigkat 0,2 persen menuju level 93,904. Sebelumnya dolar melemah 4 sesi beruntun pekan ini.

“Hasil tes virus corona Trump menyebarkan spekulasi, bahwa Biden akan memimpin dalam pemilihan presiden AS. Hal ini mendorong risiko, dan meningkatkan yen dan dolar, ”kata Kengo Suzuki, Kengo Suzuki, chief foreign-exchange strategist Mizuho Securities Co. di Tokyo.

Hasil tes Trump juga menunjukkan penyebaran virus corona yang mengejutkan di Amerika Serikat, negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Masahiro Ichikawa, ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management Co. di Tokyo menyampaikan, sentimen Covid-19 Trump membuat penghindaran aset berisiko meluas. Hal itu akan menekan pembelian saham, sementara investor beralih ke yen, dolar AS, dan oblgasi AS.

"Pasar juga kurang yakin mengenaik Pemilu AS dan kampanye Pilpres ke depannya seperti apa," imbuhnya. Adapun, Pemilu AS akan berlangsung pada November 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as yen Donald Trump
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top