Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beres Bayar Utang, PP Properti (PPRO) Siap Ngutang Lagi  

PP Properti siap menerbitkan MTN senilai Rp850 miliar setelah melunasi beberapa seri MTN yang jatuh tempo September 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  08:51 WIB
Grand Kamala Lagoon, proyek mixed use besutan PT PP Properti Tbk. Proyek yang berlokasi di Bekasi ini menjadi salah satu proyek properti andalan PP Properti. - grandkamala.com
Grand Kamala Lagoon, proyek mixed use besutan PT PP Properti Tbk. Proyek yang berlokasi di Bekasi ini menjadi salah satu proyek properti andalan PP Properti. - grandkamala.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Properti Tbk. (PPRO) telah melunasi pembayaran kewajiban sejumlah surat utang yang jatuh tempo pada September 2020 lalu.

PPRO telah melunasi pembayaran atas surat utang jangka menengah (MTN VII seri A) Tahun 2017 sebesar Rp250 miliar yang jatuh tempo pada 20 September 2020.

Selain itu, pembayaran untuk surat utang jangka menengah (MTN VII seri B) Tahun 2017 sebesar Rp50 miliar juga telah dilakukan. MTN VII Seri B memiliki waktu jatuh tempo 28 September 2020.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO mengatakan pihaknya terus berupaya menerapkan prinsip kehati-hatian dan melakukan inovasi serta terobosan dalam kondisi pasar yang kurang menentu. Di sisi lain, kepercayaan stakeholder juga menjadi prioritas perusahaan.

“Oleh karena itu PPRO tak lepas dari upaya dalam menjaga kepercayaan para investor salah satunya dengan melunasi MTN sampai Desember 2020 sesuai jatuh temponya,” ujar Taufik melalui keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Kamis (1/10/2020).

Sementara itu, Direktur Keuangan PPRO Mustarno menambahkan, perusahaan juga tengah dalam proses penerbitan instrumen MTN senilai Rp 850 miliar. Surat utang ini ditargetkan terbit awal November 2020.

“Saat ini proses penerbitan MTN sedang dalam proses pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya.

PPRO telah mendapatkan bantuan dari PTPP sebagai Induk perusahaan berupa shareholder loan (SHL), yang sebagian telah terealisasi di bulan Juli dan Agustus 2020. 

SHL tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional modal kerja PPRO dan mengantisipasi kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo.

PPRO juga berupaya menjaga komitmen kepada konsumen dengan menyelesaikan 6 proyek yang siap diserahterimakan hingga tutup tahun yakni, Grand Sungkono Lagoon Tower Caspian, Begawan apartemen di Malang, Amartha View dan The-Alton di Semarang, Evencio di Margonda Depok dan The Ayoma Apartemen di Serpong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mtn pt pp properti
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top