Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembicaraan Stimulus Tak Kunjung Tuntas, Wall Street Ditutup Melemah

Negosiasi antara pemerintahan Trump dan Demokrat di Kongres terkait stimulus fiskal mencapai titik kritis minggu ini. Namun, pasar bereaksi negatif setelah pembicaraan malah berlanjut alih-alih dituntaskan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 30 September 2020  |  05:40 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat ditutup terkoreksi seiring pertimbangan investor terhadap faktor stimulus fiskal dan kekhawatiran akan jumlah kasus infeksi virus corona yang terus bertambah.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P500 turun 0,48 persen pada perdagangan Selasa (29/9/2020) Waktu New York. Begitu juga dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga turun masing-masing 0,48 persen dan 0,29 persen. Rebound pasar saham pun memudar.

Indeks S&P500 merosot dengan lebih dari dua saham jatuh untuk setiap satu saham naik. Itu terjadi setelah ada pembicaraan antara Gedung Putih dengan DPR AS terkait stimulus fiskal. Negosiasi berlanjut hingga esok.

Di sisi lain, nilai transaksi di Wall Street Naik 0,2 persen setelah sebuah penelitian menunjukkan sebuah antibodi besutan Regeneron Pharmaceuticals Inc dapat membantu merawat pasien virus corona di luar rumah sakit.

Indeks S&P 500 berada di jalur bulanan terburuk sejak 2018, dibandingkan dengan bursa saham global lainnya. Dengan jumlah kematian akibat virus corona lebih dari 1 juta, investor berharap pada proposal stimulus sebesar US$2,2 triliun yang diajukan Partai Demokrat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi AS.

Brent Schutte, kepala strategi investasi di Northwestern Mutual Wealth Management mengatakan pembicaraan terkait stimulus fiskal memang mendorong pergerakan pasar saham dalam jangka pendek.

Namun dia mengingatkan, "Ada ketakutan bahwa kebangkitan kasus infeksi [virus corona] di musim gugur dan beberapa orang telah mengambil uang mereka sambil duduk di pinggir jalan," ujarnya.

Negosiasi antara pemerintahan Trump dan Demokrat di Kongres mencapai titik kritis minggu ini. Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara pada Selasa pagi selama 50 menit dan akan berbicara lagi pada Rabu.

Berikut perkembangan pasar terkini :

Saham

  • Indeks S&P 500 turun 0,5 persen pada jam 4 sore Waktu New York.
  • Indeks Stoxx Europe 600 merosot 0,5 persen.
  • Indeks MSCI Asia Pasifik sedikit berubah.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,3 persen.
  • Sterling naik 0,2 persen menjadi $ 1,2866.
  • Yen Jepang melemah 0,2 persen menjadi 105,67 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun kurang dari satu basis poin menjadi 0,65 persen.
  • Imbal hasil obligasi Jermen 10-tahun turun dua basis poin menjadi -0,55 persen.
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10-tahun  turun dua basis poin menjadi 0,18 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate jatuh 3,8 persen menjadi $ 39,04 per barel.
  • Emas naik 0,8 persen menjadi $ 1,897.22 per ounce.
  • Perak naik 2,3 persen menjadi $ 24,23 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top