Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

September Kelabu, IHSG Turun Lagi di Bawah 5.000

Ada tiga sentimen negatif yang menekan pergerakan IHSG selama pekan ini. Indeks terkoreksi 2,24 persen secara kumulatif dalam lima sesi dan meninggalkan level psikologis 5.000.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 September 2020  |  11:39 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke bawah level 5.000 pada pekan ini seiring tekanan aksi jual. 

The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), proyeksi pertumbuhan ekonomi negatif, dan peningkatan kasus Covid-19 menjadi sentimen yang menggulung IHSG dalam sepekan terakhir.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 2,24 persen pada level 4.945 dari level 5.059 pada pekan yang lalu. 

"Selama sepekan, Pasar Modal Indonesia bergerak secara fluktuatif dan ditutup pada zona merah," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (26/9/2020).

dalam catatan BisnisIHSG terjerembab ke bawah level 5.000 atau goceng pertama kali  pada 12 Maret 2020. Saat itu, indeks ditutup di posisi 4.895 dari level 5.154 sehari sebelumnya.

IHSG bertahan cukup lama di bawah level 5.000, bahkan setelah menyentuh titik nadir di 23 Maret 2020. Sempat kembali ke level 5.000 pada 8 Juni 2020, indeks terus bertahan di di bawah level goceng hingga sebulan kemudian.

Pada 8 Juli 2020 hingga 10 September, indeks betah bertengger di level 5.000 sebelum kembali terperosok pada 21 September 2020 lalu.

Pada perdagangan Jumat (25/9/2020), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp829,60 miliar. Sementara sepanjang tahun 2020 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp42,175 triliun.

Yulianto menambahkan rata-rata frekuensi harian pada pekan ini mengalami perubahan sebesar 5,46 persen menjadi 583,566 ribu kali transaksi. Sebagai informasi, transaksi harian pekan lalu sebesar 617,256 ribu kali. 

"Kemudian, data rata-rata volume sepekan mengalami perubahan sebesar 17,24 persen menjadi sebesar 9,503 miliar saham dari 11,482 miliar saham pada pekan sebelumnya," imbuhnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 16,90 persen menjadi Rp6,7 triliun dari Rp8,12 triliun sepekan yang lalu.

Selain itu, kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga turut mengalami perubahan sebesar 2,15 persen menjadi Rp5.751 triliun dari Rp5.878 triliun pada pekan lalu. 

Pekan ini, saham yang teraktif diperdagangkan adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Perusahaan grup Djarum itu ditransaksikan sebanyak 115.646 kali dengan nilai mencapai Rp4,03 triliun. Selain itu ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) senilai Rp2,5 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Rp1,36 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top