Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentimen Vaksin Jadi Juru Selamat Rupiah di Akhir Pekan

Pada perdagangan hari ini, Jumat (25/9/2020), rupiah ditutup menguat 17,50 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.872 per dolar AS.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 September 2020  |  18:03 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah berhasil berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat di perdagangan terakhir pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 17,50 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.872 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang garuda ini mengawali pergerakannya di zona merah pada level 14.981,50 per dolar AS.

Adapun berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, rupiah menyentuh posisi Rp14.951 per dolar AS, terdepresiasi 2 poin dari posisi Rp14.949 pada, Kamis (24/9/2020)

Pada perdagangan sore ini rupiah melenggang di zona hijau bersama mayoritas mata uang Asia lainnya. Rupee India terpantau menguat 0,39 persen, Peso Filipina naik 0,19 persen, yuan China terapresiasi 0,02 persen, serta won Korea serta ringgit Malaysia naik tipis 0,01 dan 0,02 persen.

Sementara baht Thailand terdepresiasi -0,03 persen bersama dolar Singapura yang turun 0,02 persen. Begitu pula dengan dolar Hongkong yang turun 0,05 persen dan yen Jepang turun 0,06 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan ada sejumlah sentimen yang membuat nilai tukar menguat antara lain pasar mulai tenang seiring harapan bahwa Kongres AS akan memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan tentang rencana paket stimulus Covid-19.

Sementara dari internal, penerapan PSBB yang hanya kembali diberlakukan di DKI Jakarta membuat tren mobilitas untuk ritel cenderung ke arah positif di daerah-daerah lain setelah mengalami tekanan pada April dan Mei lalu.

Ibrahim menyebut, informasi yang positif baik dari eksternal dan internal membuat pelaku pasar kembali optimis bahwa ekonomi Indonesia akan kembali bangkit walau terjadi resesi.

“Sehingga arus modal asing kembali masuk di pasar dalam negeri itu bisa terlihat dari menguatnya mata uang garuda dan IHSG sore ini,” tutur Ibrahim, seperti dikutip dari risetnya, Jumat (25/9/2020)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top