Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Freeport dan Kideco Jadi Penopang Kinerja Petrosea (PTRO)

Petrosea (PTRO) tersebut membukukan laba bersih US$9,06 juta, tumbuh 17,62 persen.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 September 2020  |  11:28 WIB
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kontraktor pertambangan PT Petrosea Tbk. (PTRO) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba kendati dihadang oleh pandemi Covid-19 pada awal tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per Juni 2020 yang dipublikasikan melalui laman harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (25/9/2020), emiten berkode saham PTRO tersebut membukukan laba bersih US$9,06 juta, tumbuh 17,62 persen secara tahun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, pendapatan perseroan tergerus 26,12 persen secara tahunan menjadi US$175,9 juta pada periode tersebut.

Pertumbuhan laba bersih tersebut sejatinya disebabkan oleh usaha perseroan memangkas beban usaha langsung 30,88 persen secara tahunan menjadi US$144,02 juta dan menerima manfaat pajak bersih sebesar US$2,41 juta.

Dengan demikian, laba per saham dasar atau earning per share PTRO pada periode tersebut mencapai US$0,009 per saham.

Adapun, pendapatan terbesar perseroan berasal dari pendapatan kontrak penambangan yakni sebesar 59,12 persen dari total pendapatan.

Selama enam bulan terakhir, anak usaha dari PT Indika Energy Tbk. (INDY) tersebut memang memperoleh peningkatan pendapatan dari PT Kideco Jaya Agung dan PT Freeport Indonesia yang masing-masing menyumbang 31,72 persen dan 31,51 persen dari total pendapatan pada awal tahun ini.

Sementara itu, pos liabilitas perseroan terkontraksi 6,11 persen dibandingkan periode akhir tahun lalu menjadi US$317,8 juta, diikuti dengan penurunan tipis pos ekuitas 0,2 persen dibandingkan periode Desember 2019 menjadi US$212,14 juta.

Hal ini pada akhirnya membuat jumlah aset perseroan juga tergerus 3,83 persen dibandingkan periode akhir tahun menjadi US$529,94 juta.

Terakhir, kas dan setara kas akhir periode perseroan menggelembung 94,28 persen secara tahunan menjadi US$106,75 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy Freeport petrosea tbk
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top