Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AirAsia (CMPP) Tunda Rencana Rights Issue

PT AirAsia Indonesia Tbk. menyatakan akan fokus pada konsolidasi internal sehingga menunda rencana rights issue.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 September 2020  |  17:35 WIB
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com,JAKARTA— PT AirAsia Indonesia Tbk. masih menunda rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue sebagai salah satu upaya memenuhi ketentuan free float atau jumlah saham beredar di publik. 

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengungkapkan sebelum pandemi perseroan terus mengkaji rencana rights issue. Salah satu tujuan aksi korporasi itu untuk meningkatkan free float perseroan agar memenuhi ketentuan 7,5 persen sehingga suspensi terhadap perseroan dapat dibuka.

Kendati demikian, Dendy menyebut saat ini fokus perseroan dan pemegang saham yakni konsolidasi internal. Tujuannya, untuk menghadapi situasi yang kurang baik.

“Jadi, sementara rights issue masih kami pending. Tetapi, perlu disampaikan itu tetap ada dalam pipeline perseroan untuk melakukan aksi korporasi yang akan kami umumkan pada saat kondisi memungkinkan,” ujarnya dalam paparan publik secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Berdasarkan data komposisi kepemilikan saham per 31 Agustus 2020, AirAsia Investment Ltd menjadi pemegang saham terbesar dengan 49,25 persen. Selanjutnya, PT Fersindo Nusaperkasa mengempit 49,16 persen. Adapun, komposisi kepemilikan masyarakat hanya 169,94 juta lembar atau setara dengan 1,59 persen.

Pada Maret 2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan risiko delisting emiten berkode saham CMPP tersebut. Saham perseroan saat itu telah disuspensi selama 7 bulan sejak 5 Agustus 2019 dan suspensi akan mencapai 24 bulan pada 5 Agustus 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia right issue
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top