Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Tunggu Katalis, Bursa Eropa Melemah Tipis

Indeks Stoxx Europe 600 dibuka melemah 0,1 persen. Sektor industri siklis termasuk sektor perjalanan dan real estat mengalami penurunan terbesar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 September 2020  |  15:15 WIB
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. -  Bartek Sadowski / Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. - Bartek Sadowski / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa melemah tipis pada awal perdagangan Jumat (18/9/2020) karena investor menetap menunggu katalis baru yang dapat menggerakkan pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 dibuka melemah 0,1 persen. Sektor industri siklis termasuk sektor perjalanan dan real estat mengalami penurunan terbesar.

Saham Covestro AG menguat lebih dari 9 persen setelah Bloomberg melaporkan produsen plastik asal Jerman tersebut menjadi target akuisisi Apollo Global Management Inc.

Sementara itu, saham CaixaBank SA menguat naik setelah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Bankia SA dan manjadi bank terbesar di Spanyol. saham Roche Holding AG menguat setelah mengatakan obat produksi perusahaan, Actemra, mengurangi kebutuhan ventilasi pada pasien Covid-19.

Kontrak pada indeks berjangka S&P 500 berfluktuasi setelah indeks AS melemah di hari kedua berturut-turut.

Investor kini tengah mencari lebih banyak stimulus fiskal AS setelah Federal Reserve mengindikasikan bahwa suku bunga akan tetap rendah beberapa tahun ke depan. Sementara itu, data terus menunjukkan jalur pemulihan yang tidak merata di seluruh dunia karena infeksi virus corona melonjak lagi di seluruh Eropa setelah pemerintah melonggarkan pembatasan.

Kasus harian Prancis naik lebih dari 10.000 ke level tertinggi sejak berakhirnya lockdown pada bulan Mei. Inggris telah melarang pertemuan sosial lebih dari enam orang dan disebut tengah mempertimbangkan pembatasan yang lebih luas.

"Entah bagaimana, pasar tidak tergerak oleh pertemuan bank sentral baru-baru ini," kata kepala analis Merck Finck Privatbankiers AG, Robert Greil, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top