Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Tawarkan Obligasi Rp1,8 Triliun  

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. akan menggunakan dana penerbitan obligasi untuk pembayaran angsuran utang dan modal kerja.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:34 WIB
Aktivitas di pabrik kertas PT Indah Kiat and Pulp Paper di Serang, Banten. - indakiat
Aktivitas di pabrik kertas PT Indah Kiat and Pulp Paper di Serang, Banten. - indakiat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. berencana merilis obligasi berkelanjutan yang memiliki target dana yang dihimpun sebesar-besarnya Rp10 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, emiten bersandi saham INKP tersebut akan melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper.

Dalam penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2020, perseroan akan menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok Rp1,8 triliun.PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA+ untuk surat utang tersebut.

Manajemen INKP menjelaskan sekitar 60 persen dari dana obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran angsuran utang perseroan berupa pokok pinjaman dan/atau bunga.

Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan, serta biaya overhead.

Dalam penerbitan obligasi tahap kedua ini, INKP menerbitkan tiga seri obligasi, yaitu:

  • Seri A : Jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebesar Rp925.60 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari.
  • Seri B : Jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebesar Rp597,85 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50 persen per tahun dan jangka waktu 3 tahun/
  • Seri C : Jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebesar Rp276,55 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,50 persen per tahun dan jangka waktu 5 tahun.

Adapun, bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga.

Pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 16 Desember 2020 sedangkan pembayaran kupon terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing pada 26 September 2021 untuk Seri A, 16 September 2023 untuk Seri B, dan 16 September 2025 untuk Seri C.

Bertindak sebagai pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi adalah PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas (terafiliasi), PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., dan wali amanat PT Bank Bukopin Tbk.

Sebelumnya, dalam penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2020, INKP telah menerbitkan obligasi dengan pokok senilai Rp1,39 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, INKP mencatatkan jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) sebesar 0,98 kali. Sedangkan jumlah liabilitas terhadap jumlah aset (Debt-to-Asset Ratio) sebesar 0,49 kali.

Pada saat yang sama, emiten Grup Sinar Mas ini mencetak penurunan pendapatan bersih 6,1 persen year-on-year menjadi US$1,48 miliar pada semester I/2020. Di sisi lain, labanya meningkat 38,42 persen secara tahunan menjadi US$203,22 juta.

Pendapatan itu bersumber dari produk pulp US$983 juta, kertas budaya US$598 juta, serta kertas industri, tisu, dan lain-lain US$946 juta. Segmen kertas budaya menjadi satu-satunya yang penjualannya mengalami kontraksi dengan penurunan 18,75 persen yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi indah kiat
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top