Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari Rugi Selisih Kurs, Alam Sutera (ASRI) Kurangi Eksposur Utang Dolar

ASRI telah melakukan pembayaran utang sebesar US$60 juta dari total utang global bond US$175 juta, sehingga sisa kewajiban yang mesti dilunasi perseroan April mendatang adalah US$115 juta.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  14:42 WIB
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) tengah berupaya mengurangi eksposur terhadap utang berdenominasi dolar AS demi menghindari kerugian akibat selisih kurs.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020, perseroan belum dapat membalikkan rugi sebesar Rp516,79 miliar. Kerugian ini salah satunya disebabkan kerugian selisih kurs yang tercatat mencapai Rp271,50 miliar.

Realisasi tersebut juga merupakan buntut kerugian selisih kurs pada kuartal  I/2020 yang membengkak hingga Rp1,17 triliun, akibat pelemahan rupiah menjadi Rp16.367 per dolar pada 31 Maret 2020 dari yang sebelumnya Rp13.901 per dolar pada 31 Desember 2020.

Direktur Utama Alam Sutera Joseph Sanusi Tjong mengatakan perseroan saat ini terus mengurangi eksposur utang dengan denominasi dolar AS secara bertahap untuk menghindari kerugian kurs.

“Karena kita melihat ketika rupiah dan kurs dolar bergejolak, kerugian kurs yang dialami Alam Sutera cukup besar,” ujarnya dalam sesi IDX Pubex Live 2020, Jumat (28/8/2020).

Dia menuturkan ada sejumlah upaya yang dilakukan perseroan untuk mulai memperkecil utang valasnya, antara lain dengan mempercepat pelunasan sebagian kewajiban utang obligasi perseroan yang jatuh tempo pada April 2020.

ASRI telah melakukan pembayaran utang sebesar US$60 juta dari total utang global bond US$175 juta, sehingga sisa kewajiban yang mesti dilunasi perseroan April mendatang adalah US$115 juta.

Kemudian, tambah Joseph, perseroan berencana mengonversi utang berdenomisasi dolar AS mereka menjadi utang rupiah dan mengalokasikan sebagian dari hasil penjualan aset perseroan untuk pelunasan kewajiban lebih cepat.

“Apabila perusahaan melakukan penjaualan aset-aset yang nilainya cukup besar maka sejumlah tertentu dari hasil penjualan akan kita pakai untuk penulasan obligasi USD ini,” tuturnya.

Sementara itu, sebagai upaya refinancing utang perseroan yang ada saat ini, ASRI tengah memproses penerbitan global fund senilai US$485 juta. Perseroan telah menunjuk PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT J.P Morgan Sekuritas Indonesia sebagai underwriter.

Nilai emisi tersebut untuk memenuhi kewajiban perseroan atas dua obligasi yakni global bond senilai US$115 juta dengan bunga 11,5 persen yang akan jatuh tempo pada 22 April 2021 serta global bond senilai US$370 juta dengan bunga 6,625 persen yang jatuh tempo 24 April 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alam sutera
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top