Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerbitan Global Bond Alam Sutera (ASRI) dalam Tahap Persiapan

PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) berencana melakukan emisi surat utang dengan tujuan refinancing ini sejak awal tahun, tapi tertunda akibat kondisi pandemi.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  13:27 WIB
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) menyatakan proses penerbitan surat utang berdenominasi dolar senilai US$485 juta masih dalam tahap persiapan.

Direktur Utama Alam Sutera Joseph Sanusi Tjong menuturkan perseroan berencana melakukan emisi surat utang dengan tujuan refinancing ini sejak awal tahun, tapi tertunda akibat kondisi pandemi.

Namun, saat ini perseroan tengah berusaha mempercepat proses penerbitan karena semakin mendekati waktu jatuh tempo untuk salah satu utang yang akan dibiayai, yakni global bond senilai US$115 juta dengan kupon 11,5 persen.

“Waktu terus berjalan, jadi kita akan coba cari satu window atau oppurtunity untuk melakukan ini secepat mungkin,” katanya dalam paparan publik via layanan daring, Jumat (28/8/2020)

Joseph menjelaskan saat ini proses penerbitan masih dalam tahap persiapan. Perseroan telah menunjuk dua sekiritas sebagai penjamin emisi yakni PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT J.P Morgan Sekuritas Indonesia.

Roadshow belum mulai, tapi kita sudah menunjuk dua underwriter itu. Kita bersiap sambil menunggu opportunity,” tambah Joseph.

Dia berharap dengan adanya refinancing ini dapat meredakan kekhawatiran dan opini negatif dari rating agency mengenai likuiditas perseroan untuk membayar kewajibannya yang akan segera jatuh tempo.

Rating agency khawatir apakah waktunya cukup untuk refinancing untuk obligasi kita. Menerbitkan obligasi saat ini mungkin tidak gampang tapi kami berusaha sebaik-baiknya,” ujar Joseph.

Di awal tahun ini ASRI juga telah mempercepat pembayaran sebagian kewajibannya atas utang obligasi yang jatuh tempo pada April 2021 sebesar US$60 juta dari total sebelumnya US$175 juta, sehinggga total utang yang mesti dilunasi tinggal US$115.

Adapun, pelunasan sisa utang sebesar US$115 tersebut rencananya akan menggunakan dana yang terhimpun dari penerbitan global bond tahun ini. Begitu pula dengan utang yang akan jatuh tempo pada 2022.

Untuk diketahui, surat hutang 2021 merupakan global bond senilai US$115 juta dengan bunga 11,5 persen yang akan jatuh tempo pada 22 April 2021, sedangkan surat hutang 2022 adalah global bond senilai US$370 juta dengan bunga 6,625 persen yang jatuh tempo 24 April 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi alam sutera obligasi global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top