Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUPS Hari Ini, Menghitung Potensi Dividen Gudang Garam (GGRM)

Pada 2019, GGRM berhasil mencetak pertumbuhan laba 39,64 persen menjadi Rp10,88 triliun dari Rp7,79 triliun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  07:10 WIB
Jajaran direksi PT. Gudang Garam Tbk. Heru Budiman (kedua kanan), bersama Slamet Budiono (kanan), Herry Susianto (kiri), dan Istata Taswin Siddharta (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers RUPS, di Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani
Jajaran direksi PT. Gudang Garam Tbk. Heru Budiman (kedua kanan), bersama Slamet Budiono (kanan), Herry Susianto (kiri), dan Istata Taswin Siddharta (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers RUPS, di Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/6/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari ini, Jumat (28/8/2020). Salah satu agenda yang menarik perhatian ialah keputusan penggunaan laba untuk dividen.

Gudang Garam pun masuk ke dalam jajaran emiten yang royal membagikan dividen, yakni IDX High Dividend 20. Indeks tersebut yang beranggotakan 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

Sebelumnya, Gudang Garam membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp5 triliun atau setara dengan 2.600 per saham untuk tahun buku 2018.

Pada tahun buku 2018, Gudang Garam mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,79 triliun. Dengan demikian, dividen pay out ratio (DPR) GGRM sebesar 64,18 persen dari laba bersih 2018.

Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia, secara berturut-turut DPR Gudang Garam pada 2015-2017 adalah 78 persen, 75 persen, dan 65 persen. Saat itu, laba bersih perseroan mencapai Rp6,44 triliun, Rp6,67 triliun, dan Rp7,75 triliun.

Pada 2019, GGRM berhasil mencetak pertumbuhan laba 39,64 persen menjadi Rp10,88 triliun dari Rp7,79 triliun.

Pertumbuhan laba ini disumbang oleh kenaikan pendapatan pada tahun 2019 menjadi Rp110,52 triliun, naik 15,48 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp95,71 triliun.

Untuk tahun buku 2019, Mirae memprediksi DPR GGRM mencapai 46 persen. Artinya, potensi dividen tunai yang diberikan sebesar Rp5 triliun, sama seperti tahun sebelummnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen RUPS gudang garam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top