Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - Antara / Arief Priyono
Premium

Rekomendasi Saham, Menerka Prospek Cuan di Gudang Garam (GGRM)

25 Agustus 2020 | 04:59 WIB
Rekomendasi analis untuk GGRM relatif lebih baik dibandingkan PT Handajaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP).

Bisnis.com, JAKARTA – Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, 26 dari 33 analis masih merekomendasikan beli untuk saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM).

Meski begitu, saat ini penurunan daya beli sebagai dampak dari penyebaran Covid-19 serta peningkatan beban cukai menghadirkan tantangan sekaligus dilema bagi PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) untuk menjaga kinerja pada tahun ini.

Langkah pemerintah mengerek cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata sebesar 23 persen per 1 Januari 2020 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 152 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Sementara itu, harga jual eceran (HJE) naik 35 persen.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam Heru Budiman mengatakan bahwa kedua hal ini menjadi persoalan dilematis lantaran terjadi di tengah pandemi Covid-19. Kondisi ini telah menyebabkan daya beli masyarakat, khususnya di kelas bawah, melemah.

Padahal masyarakat di segmen tersebut merupakan salah satu pasar terbesar rokok di Tanah Air. Heru mengatakan kondisi ini membuat Gudang Garam kesulitan untuk menaikkan harga jual seiring dengan kenaikan CHT dan HJE.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top