Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Terkoreksi Tipis, Pelaku Pasar Merespons Dingin Pidato Jokowi

Sempat menguat, IHSG ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Jumat (14/8/2020). Respons pelaku pasar modal terbilang dingin karena pergerakan IHSG tidak begitu impresif sepanjang sesi pertama hari ini.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  13:32 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,9 poin atau 0,02 persen ke level 5.238,35 pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat (14/8/2020). Pasar merespon biasa saja pidato Presiden Jokowi Widodo dalam Sidang Paripurna DPR/MPR yang berlangsung tadi pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka di posisi 5.239,25, melemah tipis dari penutupan sehari sebelumnya. Untuk diketahui, IHSG mencetak reli empat hari berturut-turut pada pekan ini.

Di akhir sesi I, sebanyak 160 saham tercatat menguat, 206 saham melemah, dan 332 stagnan dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis (13/8/2020). 

Saham berkapitalisasi jumbo alias big caps menjadi penekan indeks. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi dua saham teratas yang menekan indeks dengan penurunan masing-masing 0,83 persen dan 0,67 persen.

Dua saham Grup Sinarmas juga turut menjadi penekan indeks, yaitu PT Smartfren Telecom Tbk dan PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk. Kedua saham tersebut melemah 6,67 persen dan 1,77 persen.

Sementara itu, IHSG terhindar dari koreksi dalam berkat penguatan saham yang juga tergolong big caps. Saham PT Bank Central Asia Tbk. menguat 0,63 persen. Kemudian disusul dua emiten rokok, yaitu PT HM Sampoerna Tbk. dan PT Gudang Garam Tbk yang masing-masing menguat 0,87 persen dan 2,85 persen.

Selama satu jam perdagangan, IHSG bergerak di jalur merah. Di saat yang bersamaan, Sidang Paripurna DPR/MPR dimulai dan berisi pandangan dari Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

IHSG berbalik menguat pada pukul 10.07 WIB. Indeks menguat tipis 0,03 persen atau 1,63 poin ke level 5.240,90. Pada saat yang hampir bersamaan, Presiden Joko Widodo mengawali pidato. Jokowi memaparkan sejumlah hal perekonomian global yang terhuyung akibat pandemi hingga reformasi kesehatan dan pangan. Uraian langsung Sidang Paripurna DPR/MPR bisa disimak di sini

Jokowi  mengatakan pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk menggeser 'channel' cara kerja. Dari cara normal, lanjut dia, menjadi cara ekstra-normal.

Menurut Presiden, krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17 persen sampai minus 20 persen.

"Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting," papar Jokowi.

Pidato presiden masih berlangsung saat IHSG ditutup di sesi pertama pada pukul 11.30 WIB. Tercatat volume perdagangan saham mencapai 6,45 miliar lembar dengan nilai transaksi 4,48 triliun. Investor asing mencatat aksi beli bersih sebanyak Rp201,67 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi IHSG bursa efek indonesia Pidato Kenegaraan
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top