Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sudah Turun 25 Persen, Mirae Rekomendasi Beli Saham Telkom (TLKM)

Pada sesi I perdagangan Selasa (11/8/2020), saham TLKM turun 0,67 persen atau 20 poin menjadi Rp2.950. Total transaksi sahamnya mencapai Rp222,9 miliar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  12:59 WIB
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. seiring dengan pertumbuhan perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Pada sesi I perdagangan Selasa (11/8/2020), saham TLKM turun 0,67 persen atau 20 poin menjadi Rp2.950. Total transaksi sahamnya mencapai Rp222,9 miliar.

Saham TLKM menjadi yang paling banyak dijual asing pada hari ini dengan net sell sebesar Rp104,8 miliar.

Emiten bersandi TLKM itu membukukan laba bersih sebesar Rp5,12 triliun pada kuartal II/2020 dan menjadikan total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk per 30 Juni 2020 menjadi Rp11,07 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Lee Young Jun menyatakan raihan kinerja TLKM semester I/2020 mencapai 59 persen dari proyeksi sekuritas dan mencapai 54 persen dari proyeksi konsensus atas pendapatan perseroan tahun ini.

“Secara keseluruhan, kami pikir hasilnya sesuai dengan perkiraan, jadi kami mempertahankan target harga Rp4.960 dengan rekomendasi ‘beli’,” ujarnya dalam riset seperti dikutip Bisnis, (Selasa 11/8/2020).

Lee memprediksi pendapatan perseroan dapat bertumbuh lebih besar hingga akhir tahun 2020, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan data. Dia memproyeksikan pendapatan rata-rata per pengguna atau average revenue per user (ARPU) juga dapat meningkat.

Lee melihat ARPU induk usaha dari PT Telekomunikasi Selular ini berhasil tumbuh tipis, dari sebesar Rp45.000 di kuartal I/2020 menjadi Rp46.000 di kuartal II/2020, meski secara jumlah pelanggan terdapat penyusutan 2 persen secara kuartalan (qoq).

“Meski pertumbuhan pelanggan datar, ARPU meningkat karena konsumsi data meningkat. Kami pikir tren ini akan berlanjut hingga akhir tahun dan akan mendukung pertumbuhan pendapatan dari data,” tutur Lee.

Di sisi lain, pada segmen internet kabel perseroan membukukan kinerja yang moncer baik dari sisi jumlah pelanggan maupun pendapatan. Tercatat, pelanggan anak usaha internet kabel perseroan, Indihome, naik 24 persen dan pendapatannya naik 24 persen.

Lee menilai ini disebabkan oleh pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang terjadi di kuartal II/2020 menyebabkan kebutuhan akan internet kabel di kawasan perumahan meningkat. Tren ini juga diprediksi masih akan bertahan hingga akhir tahun.

Dari sisi belanja modal, TLKM terpantau membelanjakan capex hingga 8,3 triliun di kuartal II/2020 untuk akses berbasis fiber dan pembangunan infrastruktur backbone. Namun, realisasi capex masih rendah dibandingkan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN telkom rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top