Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daftar 10 Top Gainers Didominasi Saham Murah di bawah Gopek

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), 7 dari 10 saham yang menjadi top gainers sepekan harga sahamnya di bawah Rp500.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  11:15 WIB
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham dengan harga di bawah Rp500 mendominasi daftar saham dengan kenaikan tertinggi sepanjang pekan 3 Agustus - 7 Agustus 2020.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), 7 dari 10 saham yang menjadi top gainers sepekan harga sahamnya di bawah Rp500.

Saham PT Sunindo Adipersada Tbk. menjadi saham dengan lonjakan paling tinggi dalam daftar perdagangan satu pekan. Smiten dengan sandi saham TOYS ini melesat 55,71 persen, dari harga Rp350 ke Rp545 per saham.

Catatan ini ditorehkan hanya dalam waktu 2 hari sejak perusahaan mulai melantai di BEI pada 6 Agustus 2020.

Menyusul di belakang TOYS, saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) naik 41,33 persen. Harga saham emiten farmasi yang saat ini sedang disuspensi pihak BEI tersebut naik dari Rp2.250 per lembar saham menjadi Rp3.140 pada penutupan perdagangan pekan ini.

Selanjutnya adalah saham PT Indofarma Tbk. (INAF) yang naik 39,91 persen, diikuti PT Phapros Tbk. (PEHA) dengan kenaikan 31,27 persen, dan saham Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT) yang melaju 30 persen dalam 5 hari perdagangan.

Selain TOYS dan CENT, saham di bawah Rp500 yang masuk daftar 10 top gainers adalah PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk., PT Bank Harda Internasional Tbk. dan PT Sekar Bumi Tbk.

Selanjutnya, saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. dan PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk.

Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur ke zona merah seiring aksi jual investor asing pada sesi terakhir pekan pertama bulan Agustus pada Jumat (7/8/2020) kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun 0,66 persen ke level 5.143,89 pada akhir sesi Jumat (7/8/2020). Sebanyak 163 saham menguat, 263 saham terkoreksi, dan 159 saham stagnan.

IHSG dibuka di level 5.178,27 dan sempat menguat beberapa saat sebelum berbalik melemah 0,24 persen ke level 5.166,08. Sepanjang perdagangan IHSG mengalami tekanan dan di akhir sesi I ditutup dengan koreksikoreksi 1,06 persen atau 54,95 poin menjadi 5.123,32.

Berdasarkan data BEI, saham PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi pada hari perdagangan kemarin. Saham berkode IPOL naik 31,43 persen ke level 92. Saham IPOL dibuka di level 71, naik 1 poin dari penutupan sesi sebelumnya.

Total nilai transaksi di seluruh papan perdagangan mencapai Rp9,90 triliun. Investor asing membukukan net sell senilai Rp1,33 triliun.

Sektor saham infrastruktur menjadi penekan utama IHSG dengan koreksi 1,73 persen. Sektor saham properti mengikuti dengan turun 1,38 persen.

Sebaliknya, sektor saham perdagangan menjadi penahan koreksi IHSG dengan menguat 1,15 persen. Sektor saham aneka industri juga menopang laju indeks dengan penguatan 0,57 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top