Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Dibuka di Zona Hijau, Investor Asing Serbu Saham BBCA

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diserbu investor asing.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  09:16 WIB
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2020) seiring dengan masuknya investor asing.

Pada menit awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.144,91 atau naik 0,35 persen dibandingkan penutupan pada Senin kemarin.

Kenaikan tersebut berlangsung hingga menit ke 5 perdagangan, dengan penguatan 0,79 persen ke level 5.167,76. Sebanyak 194 saham menguat, 62 melemah dan 103 stagnan dengan kapitalisasi pasar Rp6.007,98 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diserbu investor asing. Mereka berbondong-bondong memborong saham BBCA dengan nilai net foreign buy Rp13,3 miliar dan volume perdagangan sebanyak 1,8 juta yang membuat nilai saham BBCA naik 1,37 persen ke Rp31.450.

Emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk juga menjadi sasaran aksi beli bersih investor asing. Pada menit-menit awal perdagangan, emiten berkode saham MDKS itu naik 2,33 persen ke level Rp1.980 per saham setelah dibeli investor sebesar Rp13,1 miliar.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga diborong oleh para investor asing dengan nilai net foreign buy masing-masing senilai Rp4 miliar dan Rp2,2 miliar.

Sebelumya, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya dalam riset hariannya mengatakan, hari ini pergerakan IHSG akan ditopang oleh sentimen stabilnya kondisi perekonomian Indonesia pasca rilis data produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, kabar holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) yang siap untuk memproduksi vaksin Covid-19 secara massal turut menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. William memperkirakan, peluang kenaikan IHSG hari ini masih terbuka lebar selama support level dapat dipertahankan dengan baik.

Ia menambahkan, jika IHSG terkoreksi wajar, maka para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

"Pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada di kisaran 4.821 - 5.188," katanya dalam riset harian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bca
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top