Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Direksi Indofarma (INAF) Jual Seluruh Saham, Berapa Nilainya?

Jumlah saham yang dijual mencapai 24.200 lembar dengan harga Rp2.640 per lembar. Sejak awal tahun, harga saham Indofarma telah naik 227,59 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  20:15 WIB
Direktur PT Indofarma Tbk Herry Triyatno memberikan penjelasan kepada awak media seusai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Jakarta, Selasa (7/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur PT Indofarma Tbk Herry Triyatno memberikan penjelasan kepada awak media seusai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Jakarta, Selasa (7/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com,JAKARTA — Direktur Keuangan PT Indofarma Tbk. Hery Triyatno melepas seluruh kepemilikan sahamnya di perseroan. Saham tersebut gilepas di harga 2.640, level yang terbilang tinggi bila dilihat sejak periode awal tahun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (5/8/2020), Herry Triyatno melaporkan penjualan saham perseroan sebanyak 24.200 atau setara dengan persentase kepemilikan 0,0007808 persen. Transaksi dilakukan pada hari yang sama dengan harga Rp2.640 per lembar. Walhasil, saham yang dilepas bernilai Rp63,88 juta.

Dengan demikian, Herry Triyatno sudah tidak memiliki saham sama sekali di emiten berkode saham INAF itu setelah dilakukan transaksi penjualan. Status kepemilikan saham adalah bukan pengendali.

“[Tujuan transaksi] independensi kepemilikan,” ujarnya melalui surat kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal yang dikutip, Rabu (5/8/2020).

Data Bloomberg menunjukkan saham INAF menguat 25 persen ke level Rp2.850 pada sesi perdagangan Rabu (5/8/2020). Investor asing mencetak net buy senilai Rp366,84 juta di saham perseroan.

Secara year to date (ytd), harga saham INAF telah naik 227,59 persen. Laju saham semakin kencang setelah Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan produksi vaksin Covid-19 oleh PT Bio Farma (Persero), induk Holding BUMN Farmasi, akan dilakukan pada akhir 2020.

INAF membukukan laba usaha Rp16,31 miliar pada semester I/2020 atau berbalik dari rugi Rp8,41 miliar. Sayangnya, perseroan masih harus mengeluarkan beban keuangan Rp18,69 miliar per 30 Juni 2020 yang berasal dari bunga pinjaman dan beban provisi.

Dengan demikian, INAF harus membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp4,66 miliar semester I/2020. Nilai itu menyusut dari Rp24,35 miliar periode yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofarma transaksi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top