Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ace Hardware (ACES) Optimistis Penjualan Meningkat Semester II

Presiden Direktur Ace Hardware Indonesia Prabowo Widyakrisnadi mengatakan perseroan masih berpandangan positif terhadap kinerja keuangan pada tahun 2020.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  16:04 WIB
Ace Hardware.  - Bisnis.com
Ace Hardware. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) masih berpandangan positif terhadap kinerja keuangan pada 2020 seiring dengan rebound pasar.

Pada tahun 2019, Ace Hardware Indonesia mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 12,5 persen secara tahunan menjadi Rp8,1 triliun dan laba tahun berjalan yang juga bertumbuh 6,2 persen secara tahunan menjadi Rp1,03 triliun.

Presiden Direktur Ace Hardware Indonesia Prabowo Widyakrisnadi mengatakan perseroan masih berpandangan positif terhadap kinerja keuangan pada tahun 2020.

Namun, pihaknya menargetkan pertumbuhan konservatif dengan upaya mendorong angka penjualan minimal sama dengan tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, perseroan mencatatkan penurunan penjualan bersih sebesar Rp3,65 triliun, menurun 7,8 persen secara tahunan pada semester pertama tahun ini. Dari situ, perseroan membukukan laba bersih Rp353,6 miliar dengan penurunan sebesar 25,4 persen secara tahunan.

Adapun, pertumbuhan penjualan antar gerai atau same-store sales growth mengalami kontraksi yakni -8 persen.

We are still in-line. Kita masih percaya, we are still on track hanya tinggal bagaimana pasar bisa rebound,” paparnya Prabowo dalam paparan publik perseroan yang berlangsung di Gedung Kawan Lama, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020).

Prabowo mengatakan perseroan sudah membuka 9 gerai baru sepanjang semester pertama tahun ini di berbagai kota seperti Bogor, Gorontalo, Makassar, Mojokerto, Yogyakarta, Tangerang, Dumai, Medan dan Semarang.

“Kalau kita membuka suatu toko, memang sudah ada proses yang cukup sebelum berhasil membuka toko tersebut. 9 toko tersebut sudah confirm di akhir tahun lalu, jadi mau tidak mau itu harus direalisasikan tetap berjalan,” ungkap.

Di samping itu, Prabowo menyatakan perseroan masih melihat potensi pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar yang besar dari kota-kota baru yang belum terjangkau sebelumnya.

Tak main-main, perseroan tetap berkomitmen membuka maksimal 15 gerai baru untuk keseluruhan tahun 2020 sesuai dengan rencana pada akhir tahun lalu.

Karena aksi ekspansi tersebut, perseroan sudah menggunakan belanja modal sebesar Rp90 miliar yang berasal dari dana internal hingga semester pertama. Kendati demikian, akibat dari pandemi, perseroan hanya membidik pertumbuhan konservatif dengan harapan capaian penjualan yang sama seperti tahun sebelumnya.

Usaha yang dilakukan perseroan untuk mencapai hal tersebut adalah menciptakan inovasi seperti mendorong penjualan produk kesehatan, rumah tangga hingga alat olahraga. Dia pun menjelaskan produk Ace Hardware memang sangat bervariasi yang terdiri dari 60 ribu macam barang yang dibedakan menjadi 17 kategori.

“Kategori yang paling hot saat ini adalah produk kesehatan, bahkan sepeda dan barang fitness sangat laku di toko-toko kita,” imbuhnya.

Program pemasaran, lanjutnya, juga terus digalakkan guna mengoptimalisasikan tingkat inventori termasuk didalamnya promosi dan diskon besar-besaran serta upaya untuk meningkatkan penjualan dengan menggunakan channel daring melalui website ruparupa.com hingga pesan singkat berupa whatsapp.

Walaupun begitu, Prabowo mengakui 90 persen dari pendapatan perseroan masih sangat bergantung pada penjualan di toko fisik.

“Suplai dari luar negeri memang terganggu secara logistik, kalau dilihat dari kinerja semester satu memang ada kenaikan inventori. Hal ini dikarenakan barang impor yang harusnya datang pada kuartal pertama, malah datang di kuartal kedua yang membuat penjualan menurun,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel Kinerja Emiten ace hardware
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top