Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdorong Pergerakan Wall Street, Bursa Asia Dibuka Positif

Indeks Topix Jepang memimpin reli positif di Asia dengan kenaikan 1,3 persen. Menyusul di belakangnya adalah indeks S&P/ASX 200 Australia yang dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,9 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  07:33 WIB
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang. -  Kiyoshi Ota / Bloomberg
Tokyo Stock Exchange atau Bursa Saham Tokyo, Jepang. - Kiyoshi Ota / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Asia dibuka menguat seiring dengan reli positif di Wall Street yang terjadi karena data ekonomi yang positif dan kemungkinan adanya paket stimulus baru.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (4/8/2020), indeks Topix Jepang memimpin reli positif di Asia dengan kenaikan 1,3 persen. Menyusul di belakangnya adalah indeks S&P/ASX 200 Australia yang dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,9 persen.

Hal serupa juga terjadi di Korea Selatan dimana indeks Kospi bergerak naik 0,9 persen. Sementara itu, indeks berjangka S&P 500 terpantau stagnan hingga pukul 09.03 waktu Tokyo, Jepang.

Perdagangan hari ini ditopang oleh munculnya kabar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang akan menambah insentif untuk mendukung pengangguran di Negeri Paman Sam. Hal tersebut memberi dorongan pada pasar AS yang diikuti oleh pergerakan positif bursa Asia.

Sementara itu, perlambatan kenaikan jumlah kasus positif virus corona juga turut menjadi katalis positif pada pembukaan pasar Asia hari ini. Managing Principal Spectrum Management Group, Bob Phillips mengatakan momentum-momentum tersebut pada akhirnya membawa pasar pada area overbought.

“Ada keinginan yang besar dari kedua partai di AS untuk meloloskan paket insentif terbaru. Melihat dari reaksi pasar, sepertinya insentif memang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar,” jelasnya.

Sementara itu, hubungan antara China dan AS semakin memanas setelah Trump menyatakan TikTok harus menutup usahanya di AS sebelum tanggal 15 September. Hal ini dapat berubah jika TikTok bersedia menjual seluruh kegiatan operasinya pada perusahaan asal AS. Microsoft Corp. mengakui pihaknya tengah dalam proses perundingan untuk membeli kegiatan operasi TikTok di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia indeks topix
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top