Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Emiten: Laba Tebal Grup Salim saat Pandemi, Bumiputera Kena Semprit Lagi 

Harian Bisnis Indonesia menyoroti kinerja emiten Grup Salim di sektor makanan dan minuman, serta perkebunan kelapa sawit yang ciamik pada semester I/2020.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  07:54 WIB
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Berita mengenai moncernya kinerja grup Salim, khususnya di sektor makanan minuman, di tengah pandemi Covid-19 menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Senin (3/8/2020).

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini terkait kinerja emiten dan prospek yang dihadapi saat ini.

Laba Tebal Grup Salim. Kinerja emiten Grup Salim di sektor makanan dan minuman, serta perkebunan kelapa sawit yang ciamik pada semester I/2020 diproyeksi berlanjut sejalan dengan ekspektasi kenaikan daya beli dan geliat harga CPO.

SMGR & SMCB Cetak Profit. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) kompak mendulang untung pada akhir semester I/2020 di tengah lesunya sektor konstruksi
akibat pandemi Covid-19.

Menguji Daya Serap Investor Ritel. Porsi penjatahan untuk investor ritel yang lebih besar dalam penawaran umum saham perdana atau initial
public offering (IPO) secara elektronik dapat menjadi pedang bermata dua di industri pasar modal.

Kala Bumiputera Kena Semprit Lagi. Di tengah pertarungan sengit melawan penyakit Covid-19, Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera malah kena semprit OJK akibat menggelar sidang luar biasa yang ternyata menyalahi ketentuan.

Wawancara dengan Bank Bengkulu: Kami Berupaya Maksimal Penuhi Modal Inti. PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu fokus menambah modal inti menjadi Rp1 triliun hingga akhir tahun ini, sesuai dengan timeline yang tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Pencadangan Makin Tinggi. Pencadangan kerugian penurunan nilai aset surat berharga perbankan masih berpotensi meningkat, seiring
dengan masih dipilihnya instrumen ini untuk menjaga likuiditas di tengah lemahnya penyaluran kredit perbankan.

Bank Harda Pastikan Kinerja Bisnis Terjaga. PT Bank Harda Internasional Tbk. menegaskan penjualan produk nonbank tidak berizin
yakni Forward Trade Confirmation (FTC) oleh sejumlah karyawannya tidak memengaruhi kinerja.

Mimpi Minyak sampai ke Negeri Seberang. Langkah ekspansi ke luar negeri menjadi salah satu cara PT Pertamina (Persero) bisa mencapai target produksi 1 juta barrels of oil per day (bopd) pada 2028.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan indofood grup salim ajb bumiputera 1912 Kabar Emiten
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top