Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Penguatan Emas Masih Akan Berlanjut

Harga emas spot mencapai level US$1.934,85 per troy ounce, melampaui level tertinggi emas spot sepanjang sejarah US$1.911 per troy ounce pada 2011.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  16:07 WIB
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berhasil menembus rekor level tertingginya sepanjang sejarah dan diyakini masih akan terus menguat tajam dalam jangka pendek.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (27/7/2020) hingga pukul 15.10 WIB harga emas untuk pasar spot bergerak menguat 1,73 persen ke level US$1.934,85 per troy ounce. Level tersebut menembus level tertinggi emas spot sepanjang sejarah US$1.911 per troy ounce pada 2011.

Bahkan, harga emas pasar spot sempat berhasil menembus level US$1.944 per troy ounce dan telah reli selama sembilan hari perdagangan berturut-turut.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex meroket 1,7 persen ke level US$1.958 per troy ounce.

Dengan demikian, sepanjang tahun berjalan 2020 harga emas telah bergerak menguat hingga 26,26 persen mengungguli kinerja hampir semua komoditas yang hingga saat ini masih mencoba melepas dari jeratan zona merah.

Di sisi lain, harga emas cetakan PT Aneka Tambang Tbk. atau emas Antam dengan ukuran 1 gram juga berhasil mencetak rekor sepanjang sejarah, yaitu berada di posisi Rp997.000 per gram naik Rp8.000 per gram dari posisi perdagangan sebelumnya.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa tren penguatan harga emas masih belum akan hilang dalam waktu dekat seiring dengan faktor pendukungnya yang juga masih akan bertahan di pasar dalam jangka menengah.

“Tren penguatan masih belum akan hilang, kecuali vaksin ditemukan, mungkin tren harga emas baru akan berbalik ke bawah,” ujar Ariston kepada Bisnis, Senin (22/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa sentimen positif yang membawa emas untuk mencetak rekor baru masih sama, yaitu kekhawatiran pasar terhadap peningkatan jumlah kasus Covid-19 di dunia, terutama di AS.

Hal itu telah menekan pergerakan dolar AS yang juga menjadi keuntungan bagi harga emas di pasar spot untuk terus melaju dengan kencang di zona hijau. 

Katalis positif lainnya, berasal dari rencana stimulus pemerintah AS senilai US$1 triliun yang akan memberikan likuiditas ke pasar keuangan sehingga semakin memberikan tekanan pada dolar AS.

Adapun, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,45 persen ke level 94,009.

Tidak hanya itu, hubungan AS dan China yang semakin panas setelah kedua negara saling membalas untuk memerintahkan menutup kantor konsulat diplomatik masing-masing negara juga menjadi katalis positif emas.

Pasar mengkhawatirkan ketegangan hubungan itu akan merembet ke masalah ekonomi, sehingga perang dagang dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu terancam membuka babak baru.

Padahal, pada awal tahun ini AS dan China telah menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama setelah lebih dari satu tahun bersitegang.

Kedua negara itu dijadwalkan kembali melakukan kesepakatan dagang tahap kedua pada akhir tahun ini. Dengan ketegangan yang baru terjadi ini, maka pasar semakin pesimistis kesepakatan dagang tahap dua akan terjadi.

Dia memproyeksikan harga emas akan menguji level US$2.000 per troy ounce, yang semakin tampak di depan mata.

Senada, Goldman Sachs Group Inc. mengatakan emas dapat mencapai US$2.000 dalam 12 bulan ke depan. Citigroup Inc. bahkan menempatkan probabilitas 30 persen untuk emas melampaui level tersebut sebelum akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top