Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diversifikasi Bisnis Bikin Kinerja Mandiri Sekuritas Tetap Moncer

Sepanjang semester I/2020, perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp288 miliar, mencakup pendapatan konsolidasian Mandiri Sekuritas serta Mandiri Securities Pte. Ltd. (MSPL) dan belum digabung dengan pendapatan anak usaha mereka yakni PT Mandiri Manajemen Investasi.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  15:15 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mandiri Sekuritas mencatatkan kinerja yang moncer sepanjang paruh pertama 2020, ditopang oleh pertumbuhan lini bisnis emisi obligasi global dan transaksi ritel.

Sepanjang semester I/2020, perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp288 miliar, mencakup pendapatan konsolidasian Mandiri Sekuritas serta Mandiri Securities Pte. Ltd. (MSPL) dan belum digabung dengan pendapatan anak usaha mereka yakni PT Mandiri Manajemen Investasi.

Pencapaian tersebut disumbang oleh empat lini bisnis utama perseroan, yakni Capital Market Institusi (42 persen), Retail (30 persen), Investment Banking (19 persen), dan Global Bond (8 persen).

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro mengatakan diversifikasi lini bisnis tersebut membuat Mandiri Sekuritas dapat bertahan meski di semester I/2020 pasar penuh tekanan terutama akibat pandemi.

“Untungnya kita full service securities yang memiliki beberapa pilar bisnis perusahaan. Di awal tahun setelah melihat Covid jadi pandemi, kita mengubah fokus ke bisnis goblal dan ritel,” ujarnya saat paparan Kinerja Mandiri Sekuritas Semester I 2020, Kamis (23/7/2020).

Adapun, dari keempat lini bisnis tersebut pendapatan segmen surat utang global mengalami pertumbuhan paling tinggi, yakni 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Dannif mengatakan, sepanjang semester I 2020, bisnis global bond melalui MSPL sukses menyelesaikan 12 mandat global bond dengan nilai penjaminan US$2,1 miliar, atau meningkat 109 persen yoy dari yang semula US$984 juta

“Di masa seperti ini, banyak korporasi yang berupaya untuk mencari solusi finansial dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan bisnisnya. Kami percaya bahwa penerbitan obligasi global adalah peluang bagi korporasi Indonesia untuk mendapatkan eksposur di pasar internasional,” katanya.

Menyusul segmen obligasi global, pendapatan segmen ritel juga terpantau meningkat signifikan yakni 19 persen yoy. Pun, pencapaian ini seiring dengan naiknya jumlah nasabah ritel Mandiri Sekuritas 35 persen secara yoy.

Tercatat, selama enam bulan pertama tahun 2020, Mandiri Sekuritas mencatatkan peningkatan sebanyak lebih dari 26.000 nasabah baru untuk segmen retail menjadi total 145 ribu nasabah.

Sementara itu untuk segmen transaksi saham institusi dan segmen investment banking menyusut masing-masing 17 persen dan 45 persen secara year on year.

Direktur Operations Mandiri Sekuritas Heru Handayanto mengatakan tahun lalu mereka terlibat dalam akuisisi bank asing dengan nilai cukup besar sehingga pendapatan Mandiri Sekuritas dari lini transaksi saham institusi melonjak.

“Tapi kalau di luar itu, kalau nilai akuisisi itu dihilangkan, sebenarnya secara pendapatan year on year kita masih positif,” imbuhnya.

Adapun untuk segmen investment banking, Heru menyebut penurunan diakibatkan tekanan pandemi sehingga banyak calon emiten yang menunda. Namun, dia meyakini keadaan itu akan berbalik di semester II/2020 seiring kondisi pasar yang mulai pulih.

Secara total, sepanjang semester I/2020, Mandiri Sekuritas melaksanakan sebanyak 36 mandat yang terdiri dari, 14 penerbitan emisi obligasi dan sukuk korporasi, 2 pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) dan placement, 15 penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), dan 5 jasa penasihat keuangan (advisory).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mandiri sekuritas obligasi global
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top