Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Stabil dan Royal Bagi Dividen, Bagaimana Prospek Saham Sido Muncul (SIDO)?

Sido Muncul dinilai memiliki portofolio produk yang beragam dan diminati konsumen. Kresna Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham Sido Muncul dengan target harga 1.510
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  11:38 WIB
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja moncer emiten konsumer PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. selama periode pandemi membuat pihak sekuritas tidak ragu memberikan rekomendasi saham produsen Tolak Angin tersebut untuk dikoleksi investor.

Dikutip dari data laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020, emiten berkode saham SIDO tersebut membukukan pertumbuhan laba bersih 10,6 persen secara tahunan menjadi Rp413,79 miliar sedangkan pendapatan perseroan hanya meningkat 3,52 persen menjadi Rp1,46 triliun.

Analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy mengatakan bahwa SIDO sebenarnya memiliki portofolio produk yang kesehatan yang beragam dan paling diminati konsumen.

“Kami berpandangan bahwa model bisnis perusahaan merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang bisa mempertahankan profitabilitas yang stabil di tengah krisis virus corona,” tulisnya dalam laporan riset yang dikutip Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Dengan demikian, Kresna Sekuritas memproyeksi pendapatan dan laba bersih Sido Muncul tahun ini bisa mencapai masing-masing Rp3,11 triliun dan Rp826 miliar. Proyeksi tersebut menjadi dasar bagi sekuritas yang untuk mempertahankan rekomendasi beli.

Nilai wajar kapitalisasi pasar SIDO ditaksir Rp22,65 triliun atau Rp1.510 per saham dengan potensi kenaikan 22 persen. .Target harga tersebut juga mempertimbangkan price-to-earning ratio (PER) dan price-to-book value (PBV) 27,4 dan 25,9x pada tahun 2020 serta 7,3 dan 7,1x pada tahun 2021.

Menurut Robert, harga saham SIDO sama sekali tidak premium mengingat rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) rata-rata 95,1 persen dari laba bersih selama 6 tahun fiskal terakhir.

Target harga terbaru tersebut lebih tinggi dari perkirakan sekuritas sebelumnya yakni Rp1.420 karena revisi proyeksi PER dan PBV pada tahun 2020 dan 2021 yang lebih rendah.  

Di sisi lain, sekuritas memprediksi SIDO akan membagikan dividen interim sebesar Rp25 per saham pada November mendatang sehingga dengan harga saat ini dividend yield yang ditawarkan oleh saham produsen Tolak Angin tersebut adalah sebesar 2 persen.

Risiko dari revisi target harga adalah penurunan pendapatan dan laba bersih pada tahun 2020 dan 2021 dan koreksi rasio pembayaran dividen di sekitar 95 hingga 96 persen dalam dua tahun ke depan. 

Menjelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2020), saham SIDO terpantau naik 1,21 persen ke posisi 1.225. Dalam setahun terakhir, saham Sido Muncul naik 26,13 persen sedangkan dalam periode tahun berjalan 2020 terkoreksi tipis 1,57 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham sido muncul
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top