Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Lesu, Intiland Development (DILD) Catat Marketing Sales Rp343 Miliar

Direktur PT Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono mengatakan angka ini telah mencapai 13,73 persen dari marketing sales yang ditargetkan Rp 2,5 triliun sepanjang tahun 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  12:54 WIB
CEO PT Intiland Development Tbk Hendro Gondokusumo (dari kanan) bersama Direktur Archied Noto Pradono, dan Wakil Presiden Direktur Suhendro Prabowo mengamati jaringan moda transportasi berbasis rel terbaru, usai RUPST perseroan, di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
CEO PT Intiland Development Tbk Hendro Gondokusumo (dari kanan) bersama Direktur Archied Noto Pradono, dan Wakil Presiden Direktur Suhendro Prabowo mengamati jaringan moda transportasi berbasis rel terbaru, usai RUPST perseroan, di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Intiland Development Tbk. (DILD) mencatatkan angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp343 miliar hingga semester I/2020.

Direktur Intiland Development Archied Noto Pradono mengatakan angka Rp343 miliar telah mencapai 13,73 persen dari marketing sales yang ditargetkan Rp 2,5 triliun sepanjang tahun 2020.

Archied menjelaskan, hasil ini mayoritas ditopang oleh penjualan proyek rumah tapak (landed) Intiland seperti Graha Natura, Serenia Hill, dan Talaga Bestari. Ia mengatakan, penjualan rumah tapak terbilang cukup baik ditengah lesunya kondisi pasar karena Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB).

Archied melanjutkan, pandemi virus corona amat berdampak pada penurunan pendapatan. Hal ini terjadi terutama dari bisnis perkantoran dan dan apartemen.

"Jumlah penjualan memang terlihat menurun, kami kehilangan momentum untuk mencapai target marketing sales pada 6 bulan pertama tahun 2020 karena pandemi ini," jelasnya dalam paparan publik secara daring pada Rabu (15/7/2020).

Pandemi ini juga membuat perusahaan harus menunda launching sejumlah proyek yang awalnya dijadwalkan untuk tahun 2020. Hal tersebut membuat perusahaan berencana merevisi target penjualan untuk tahun 2020. Archied mengakui hingga kini perseroan masih mengkaji penetapan target baru tersebut.

Pada semester II/2020, ia cukup optimistis angka penjualan Intiland akan tumbuh pesat. Hal ini didorong oleh pelonggaran kebijakan PSBB yang akan berdampak positif pada pasar properti.

"Karena ada proyek-proyek yang ditunda, kami akan fokus pada penjualan unit-unit di proyek yang sudah ada seperti Graha Natura, Serenia Hill, dan Talaga Bestari. Kami cukup optimistis marketing sales masih dapat menembus Rp1 triliun," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Kinerja Emiten intiland
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top