Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sucor Asset Management Pede Bisa Kejar Target Dana Kelolaan Rp15 Triliun

Pada semester I/2020, Sucor Asset Management membukukan dana kelolaan sebanyak Rp11,3 triliun. Untuk mengejar target dana kelolaam, manajer investasi bakal merilis beberapa produk reksa dana anyar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  13:09 WIB
Kegiatan Nongkrong Bareng Fund Manager yang digelar Sucor Asset Management di Surabaya. - sucorinvestam
Kegiatan Nongkrong Bareng Fund Manager yang digelar Sucor Asset Management di Surabaya. - sucorinvestam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sucor Asset Management optimistis dapat mencapai target dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga Rp15 triliun pada tahun ini. Hingga akhir Juni 2020, perseroan telah mencatatkan dana kelolaan senilai Rp11,3 triliun.

Presiden Direktur Sucorinvest Asset Manajemen Jemmy Paul Wawointana, menyampaikan saat ini dana investasi yang dikelolanya berjalan pada level Rp13,3 triliun atau naik 26,67 persen dari posisi pada akhir tahun lalu senilai Rp10,5 triliun. Adapun, Sucor AM menjadi salah satu manajer investasi yang mencetak kenaikan tinggi dalam hal dana kelolaan sejak Januari 2020.

Pada akhir Juli 2020 nanti, Jemmy melihat perseroan dapat mempertahankan AUM sekitar Rp12 triliun—Rp12,5 triliun. Pengurangan itu terjadi karena ada kecenderungan investor melakukan penarikan atau redemption.

“Target masih sama Rp14 triliun — Rp15 triliun sampai akhir tahun,” kata Jemmy dalam acara BizInsight Online bersama Sucor AM dan Bank Commonwealth secara daring, Selasa (14/7/2020).

Sejauh ini, Jemmy menunjukkan, investor banyak masuk ke reksa dana pasar uang dan reksa dana saham kelolaannya. Adapun, dana kelolaan dari seluruh reksa dana pasar uang di Sucor AM tercatat senilai Rp7,2 triliun pada periode berjalan.

Selain reksa dana pasar uang, investor juga disebut ramai mengakumulasikan produk reksa dana saham. Adapun, return produk reksa dana saham besutan Sucor AM mengalami kenaikan seiring dengan membaiknya kinerja IHSG.

Dari sisi produk, Jemmy mengatakan pihaknya akan segera meluncurkan reksa dana campuran berdenominasi dolar AS setidaknya pada awal bulan depan.

“Kami akan launching kalau tidak Juli ini nanti awal Agustus, USD Balance Fund. Basisnya adalah obligasi korporasi Indonesia minimum 70 persen, sisanya di saham. Jadi, obligasi perusahaan Indonesia bukan luar,” jelas Jemmy.

Sejak awal tahun ini, Sucor AM baru menerbitkan satu produk baru yaitu reksa dana Sucorinvest Stable Fund. Produk ini merupakan reksa dana dengan underlying obligasi korporasi bertenor pendek yang diluncurkan pada 24 Februari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top