Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsumsi China dan India Pulih, Harga CPO Naik Lagi

Sejak menyentuh level terendah pada awal Mei 2020, harga CPO naik lebih dari 20 persen. Harga CPO diperkirakan bisa terus meningkat seiring tanda-tanda pemulihan permintaan dari China dan India.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  13:46 WIB
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat
Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berjangka masih berada di jalur kenaikan seiring dengan pemulihan permintaan dari konsumen terbesar dunia, India dan China. Sebelumnya permintaan dari kedua negara tersebut sempat anjlok karena terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data China National Grain and Oils Information Center, pembelian minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dari Negeri Panda itu dapat meningkat menjadi 550.000 ton pada periode Juli 2020.

“Angka tersebut lebih tinggi daripada estimasi bulan lalu, yaitu China hanya akan membeli CPO sebesar 450.000 ton,” tulis China National Grain and Oils Information Center seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (12/7/2020).

Selain itu, persediaan CPO di pelabuhan tercatat turun sekitar 30.000 ton dari bulan sebelumnya, menjadi sekitar 390.000 per 8 Juli 2020. Adapun, angka itu tidak termasuk 110.000 ton persediaan CPO yang digunakan untuk keperluan industri.

Penurunan persediaan yang cukup signifikan menjadi sinyal kuat bahwa konsumsi mulai kembali meningkat. China diyakini akan segera memesan CPO untuk mengisi kembali persediaannya.

Di sisi lain, pada pekan lalu data impor India terhadap minyak goreng, produk turunan CPO, melonjak ke level tertinggi sejak lima bulan terakhir pada Juni karena pedagang dan penyuling mendorong pembelian untuk menambah stok.

Solvent Extractors’ Association of India menjelaskan bahwa inbound shipment CPO Negeri Taj Mahal itu naik 45,5 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi sebesar 562.932 ton.

Sementara itu, surveyor kargo, Intertek Testing Services, memperkirakan pengiriman CPO dari petani terbesar dunia ke India naik menjadi 1,91 juta ton pada periode Juni 2020, daripada bulan sebelumnya sebesar 1,67 juta ton.

Intertek juga memperkirakan, penjualan ke anak benua India naik menjadi 663.853 ton dari sebelumnya 498.868 ton, sedangkan pembelian dari China naik menjadi 258.436 ton daripada bulan sebelumnya sebesar 121.470 ton.

Adapun, berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (10/7/2020) hingga pukul 15.09 WIB, harga CPO untuk kontrak September 2020 di bursa Malaysia naik 0,62 persen ke level 2.418 ringgit per ton.

Sejak menyentuh level terendah pada awal Mei 2020, harga CPO telah pulih lebih dari 20 persen. Kendati demikian, harga CPO masih terkoreksi sekitar 19,27 persen sepanjang tahun berjalan 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cpo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top