Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sritex (SRIL) Ungkapkan Dampak Covid-19 Terhadap Bisnis Relatif Kecil, Ini Rahasianya

Manajemen meyakini Sritex akan mengalami dampak lebih sedikit dibanding kompetitor dalam menghadapi situasi menantang periode awal tahun ini.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  16:25 WIB
Direktur Keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex Allan Moran Saverino menjelaskan kinerja perseroan cenderung stabil meski di tengah  situasi pandemi Covid/19.
Direktur Keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex Allan Moran Saverino menjelaskan kinerja perseroan cenderung stabil meski di tengah situasi pandemi Covid/19.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tekstil dan garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex mengklaim pertumbuhan jangka panjang yang stabil setelah melalui berbagai krisis sejak tahun 1998 membuat kinerja keuangan perseroan tetap stabil hingga saat ini.

Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Saverino mengatakan hal ini tercermin dari kinerja keuangan kuartal I/2020 yang tetap stabil di tengah situasi pandemi Covid-19.

Dengan demikian, manajemen meyakini Sritex akan mengalami dampak lebih sedikit dibanding kompetitor dalam menghadapi situasi menantang periode awal tahun ini.

“Hal ini dikarenakan kami memiliki kekuatan pada bisnis model yang terintegrasi secara vertikal, dimana kami memproduksi benang sampai pakaian jadi sehingga bisnis kami akan lebih cepat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar sesuai dengan situasi yang terjadi,” kata Allan dalam paparan publik perseroan, Selasa (7/7/2020).

Adapun, perseroan membukukan omzet sebesar US$316,61 juta, menurun tipis 0,07 persen secara tahunan pada triwulan pertama tahun ini yang berasal dari penjualan produk perseroan meliputi benang, kain mentah, kain jadi, pakaian jadi, masker dan alat pelindung diri (APD).

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam menjelaskan perseroan mengalami penurunan penjualan ekspor sebesar US$2 juta, dari total pendapatan US$189,14 pada kuartal I/2020.

Menurutnya, hal ini dikarenakan adanya penundaan pengiriman akibat penguncian beberapa negara tujuan ekspor efek dari penyebaran Covid-19. Namun, hal ini dianggap sudah terselesaikan pada bulan berikutnya dan hingga saat ini perseroan mengklaim tidak ada pembatalan pesanan dari pelanggan luar negeri.

“Penurunan penjualan ekspor juga dapat dikompensasi oleh peningkatan penjualan domestik sehingga penjualan perseroan stabil,” ungkap Welly dalam kesempatan yang sama.

Di sisi lain, dia mengakui harga pokok penjualan (HPP) perseroan mengalami kenaikan yang berasal dari dua faktor yakni kenaikan harga bahan baku dan kenaikan biaya pabrik.

Selanjutnya, laba kotor perseroan tercatat US$59,03 juta, dengan margin laba kotor 18,95 persen. Realisasi laba kotor mengalami penurunan 8,9 persen secara tahunan yang terutama disebabkan oleh peningkatan biaya produksi terkait penanganan Covid-19 di perseroan termasuk pembagian masker kepada seluruh karyawan, obat, dan desinfektan.

“Walaupun laba kotor terkoreksi tipis, tetapi laba bersih perseroan bertumbuh [0,62 persen secara tahunan] menjadi US$28,22 juta yang berasal dari penurunan biaya bunga dibandingkan kuartal pertama tahun lalu,” sambung Allan.

Baginya, kemampuan perseroan mencetak kenaikan tipis pada pos laba bersih dianggap sebagai pencapaian perseroan dalam menjalankan strategi yang tepat dan cukup hati-hati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten sri rejeki isman sritex
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top